Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Ekbis

Stok Daging Sapi dan Cabe Merah Menipis
Rabu, 10 November 2004 | 22:38 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Direktur Jenderal Bina Pengolahan dan Permasaran Hasil Pertanian Delima menyatakan kebutuhan pangan seperti beras, kedelai, terigu, gula pasir, minyak goreng, daging ayam, telur, susu dan bawang merah tersedia sampai hari raya Idul Fitri. ?Sedangkan daging sapi dan cabe merah stoknya menipis,? kata Delima, Rabu malam (10/11).

Menurut Delima, harga rata-rata bahan pokok tersebut relatif stabil dan toleransi kenaikkan harga sampai dengan 25 %. Departemen Pertanian, katanya, akan melakukan pemantauan harga bahan pokok secara rutin tiap minggu dan akan disampaikan ke Menko Perekonomian.

Sementara untuk penanganan antraks, Departemen Pertanian telah mengambil sejumlah langkah. Antara lain isolasi daerah endemik, vaksinasi hewan sehat, pemusnahan hewan sakit, penyuluhan keamanan di kandang, mengawasi lalu lintas hewan dan pemantauan rumah potong hewan. Untuk penanganan impor daging ilegal sebanyak 148 kontainer dilakukan bersama instansi lain terkait.

Instansinya, kata Delima, juga akan melakukan perubahan SK Menhutbun soal perlindungan harga tandan buah segar kelapa sawit. Tujuannya untuk menghindari persaingan tidak sehat di antara pabrik kelapa sawit. Beberapa usulan perubahan adalah perhitungan harga TBS dilakukan minimal satu bulan sekali sesuai kebutuhan pasar, petani diikutsertakan dalam penetapan TBS, insentif yang diberikan sebesar 4 % pada sk lama hanya 3 %, nilai biaya administrasi maksimal 5 % dan tergantung dari pengeluaran riel.

Menyinggung rencana pemerintah dalam hal impor beras tahun 2005, Delima menyatakan angka statistik di Bulog masih surplus 2 juta ton sehingga cukup untuk memenuhi kebutuhan beras pada paruh pertama 2005. Dalam hal ini, Deptan akan lebih mengutamakan semangat melindungi petani dalam negeri dengan meminimalisir skala impor beras serendah-rendahnya.

Asep Yogi Junaidi?Tempo

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Pegadaian Barang di Tanjung Priok Naik 22,94 Persen
Imam Prasodjo Gelar Gerakan Borong Parcel
638 Napi di Nusakambangan Mendapatkan Remisi
Polisi Bekasi Buka Penitipan Barang Selama Masa Mudik
Penukaran Uang Receh Di Solo Capai Rp 2,2 Miliar Sehari
Presiden Akan Memberikan Pidato 1 Syawal 1425 H
187 Orang Napi Muslim LP Kerobokan Mendapat Remisi
Tol Cikopo Siapkan 9 Pintu Tambahan
Stok Daging di Cakung Dijamin Cukup
Departemen Pertanian Kekurangan Dokter Hewan Untuk Atasi Anthrax
> selengkapnya...


Referensi

"Tolong Sebulan ini Jatah Kami Menindak."
Anthrax
Flu Burung
PP RI No. 14 Tahun 2004 Tentang Syariat dan Tata Cara Pengalihan Perlindungan Varietas Tanaman dan Penggunaan Varietas Yang Di Lindungi Oleh Pemerintah
PP RI No. 13 Tahun 2004 Tentang Penanaman, Pendapatan dan Penggunaan Varietas Asal Untuk Pembuatan Varietas Turunan Esensial
Inpres RI No. 8 Tahun 2000 Tentang Penetapan Harga Dasar Gabah Serta Harga Pembelian Gabah dan Beras
Daerah Endemis Antrax di Indonesia
> selengkapnya...

Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< November,2004>>
MSnSl RK JS
 01 02 03 04 05 06
07 08 09 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data