|
proteksi industri
“Industri Kaca Belum Butuh Proteksi”
Rabu, 10 November 2004 | 20:50 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Industri kaca nasional belum membutuhkan proteksi, meskipun produk kaca impor---terutama yang berasal dari Cina---telah membanjiri pasar nasional.
Menurut Ketua Asosiasi Produsen Kaca Lembaran dan Pengaman Kebijakan Margono Dojosumarto, proteksi terhadap industri nasional bila diterapkan, justru dikhawatirkan menimbulkan dampak negatif.
”Meskipun proteksi ini telah diberlakukan di industri keramik, kalangan industri kaca nasional sampai saat ini belum membutuhkan proteksi,” kata Margono, yang juga menjabat sebagai Komisaris PT Asahimas Flat Glass Tbk., dalam paparan publik di Gedung Bursa Efek Jakarta.
Dia menjelaskan, bila proteksi diterapkan, kebijakan itu malah dapat berbalik arah memukul industri kaca di dalam negeri karena volume ekspor kaca lembaran untuk industri otomotif ke Cina cukup besar. Ekspor kaca lembaran ke negara itu mencapai sepuluh kali lipat dibanding untuk konsumsi pasar nasional.
Sementara itu, menurut Wakil Direktur Keuangan Asahimas Rusli Pranadi, sampai dengan September 2004 Asahimas mengalami penurunan laba sebesar 8,39 persen menjadi Rp135,295 miliar dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai Rp147,697 miliar.
Penurunan laba bersih itu disebabkan adanya kerugian kurs sebesar Rp 15,47 miliar per September 2004 dibanding periode sama tahun lalu yang memperoleh laba kurs sebesar Rp 16,98 miliar.
Yuliawati - Tempo
INDEKS BERITA LAINNYA :
|