|
Penawaran Saham
Bakrie Sumatera Butuh Rp 217,5 Miliar
Rabu, 10 November 2004 | 15:26 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) PT Bakrie Sumatera Plantations.Tbk, menyetujui right issue (penawaran saham terbatas) senilai Rp 217,5 miliar. Jumlah saham yang diterbitkan sebanyak 1.000.087.000 lembar saham. Harga penawaran saham Rp 200 dengan nilai nominal Rp 100. Adapun, rasio penerbitan saham 8 : 7, yakni 8 saham lama mendapatkan 7 saham baru.
Sebelumnya, Bakrie Sumatera telah melakukan stock split 1 : 5, sehingga jumlah saham menjadi sebanyak 2 miliar
saham.
Alasan diterbitkannya saham, menurut Direktur Utama PT Bakri Sumatera Plantations Tbk Ambono Djanurianto,
, karena kondisi ekonomi nasional yang membaik. Untuk itu, Bakrie memanfaatkan momentum untuk meningkatkan kinerja perusahaan. "Diharapkan dengan diterbitkannya saham baru mampu meningkatkan kinerja perusahaan yang sebelumnya sempat memiliki risiko tinggi,"katanya setelah RUPSLB di gelar di Jakarta (10/11).
Menurut Ambono, dana yang diperoleh dimanfaatkan untuk
beberapa agenda. Pertama, akuisisi perkebunan karet seluas 4.400 hektar are senilai Rp 90 miliar di Lampung. Kedua, akuisisi 85 persen pabrik kelapa sawit di Jambi senilai Rp 50 miliar. Kapasitas pabrik kelapa sawit ini
menghasilkan 60 ton tandan buah segar (tbs) per jam.
Ketiga, mengalokasikan dana untuk belanja modal (capital
expenditure/capex) pembangunan pabrik kelapa sawit di
Sumatera Utara.
Kapasitas pabrik itu 40-50 ton tbs per jam yang membutuhkan waktu pembangunan 18 bulan atau pabrik
dapat beroperasi di bulan Juni atau Juli 2006. Selain itu, dana dimanfaatkan untuk membayar utang sebesar Rp 27 miliar. Besarnya utang sebelum pembayaran, sebesar US$ 57 juta, yang jatuh tempo pada tahun 2006. "Pemegang saham dalam RUPSLB menyetujui agenda perusahaan 100 persen,"kata Ambono.
Target pendapatan yang diperoleh tahun 2005 dengan
adanya akuisisi menjadi Rp 80 miliar dengan laba bersih
Rp 20 miliar. Target Bakrie Sumatera dalam pencapaian penjualan untuk tahun 2004 sebesar Rp 600 miliar. Sampai dengan kuartal III Tahun 2004, penjualan sebesar Rp 448 miliar. Menurut Ambono, bila dibandingkan tahun 2003, berarti terdapat kenaikan 47 persen.
Adapun untuk laba bersih tahun 2004, ditargetkan sebesar
Rp 100 miliar, dengan perkiraan tidak mengalami rugi kurs. Pencatatan kurs rupiah di awal pembukuan sebesar Rp 8.400, sehingga dengan asumsi nilai kurs saat ini Rp 9.000, maka diperkirakan mengalami rugi kurs senilai Rp 30 miliar.
Namun, walaupun mengalami rugi kurs, Ambono optimis Bakrie Sumatera meraih laba bersih tidak kurang dari Rp 80 miliar. Hal ini karena pertumbuhan perusahaan yang cukup tinggi. Tercatat, laba bersih sampai dengan kuartal III sebesar Rp 60 miliar, menurun dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, Rp 65 miliar. Di tahun 2003, menurut Ambono, Bakrie Sumatera mengalami untung kurs Rp 40 miliar.
Yuliawati
INDEKS BERITA LAINNYA :
|