|
ekspor beras
Bulog Kembali Akan Ekspor Beras
Selasa, 09 November 2004 | 21:59 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Perusahaan Umum Bulog kembali akan melakukan ekspor beras ke beberapa negara di Afrika sebanyak 100 ribu ton tahun depan. Bulog juga telah mengekspor beras untuk kontrak pengiriman Oktober 2004 sampai Februari 2005.
Menurut Direktur Utama Bulog Widjanarko Puspoyo, sebanyak 100 ribu ton ini akan diekspor setelah semua beras yang tercantum dalam kontrak untuk pengiriman Oktober 2004 telah terjual semua.
Bulog mengimpor beras melalui para pedagang asing, baru didistribusikan ke masing-masing negara tujuan. Sedang untuk harga, Bulog menyesuaikan dengan harga beras di pasar internasional. Bulog menetapkan Thailand sebagai perbandingan untuk harga beras. Menurut Harga beras Thailand saat ini mencapai US$ 260 per ton, sehingga Bulog mengekspor dengan harga US$ 204 per ton. “Saya kira harga itu cukup bagus,” katanya.
Menurut dia, Bulog mengekspor beras setelah melihat produksi panen dalam negeri telah mencukupi kebutuhan nasional. Untuk menjaga harga tidak turun, ekspor itu akan ikut membantu mendongkrak harga.
Selain itu, dengan ekspor juga akan membantu bertambahnya pasokan beras dunia, karena tahun depan diperkirakan pasokan beras dunia akan berkurang. Langkah ini juga untuk memperkenalkan ke pasar dunia bahwa Indonesia juga mempunyai beras yang bisa dikonsumsi dunia.
Widjanarko mengatakan, saat ini sudah tidak tepat jika menganggap ekspor beras akan menganggu stok beras nasional, karena produksi tahun ini yang telah melampaui kebutuhan nasional, yaitu lebih dari 53 juta ton gabah atau setara dengan lebih dari 33 juta ton beras.
“Bulog akan mengekspor kalau ternyata terjadi kelebihan pasokan dari lokal, karena ini justru membantu supaya harga beras di dalam negeri jangan jatuh,” katanya.
Sementara itu, dia mengaku, belum mempunyai rencana untuk mengimpor beras pada 2005. Seperti diketahui, larangan impor beras akan berakhir pada 31 Desember 2004.
Muchamad Nafi - Tempo
INDEKS BERITA LAINNYA :
|