|
perdagangan saham
Bank Dunia Revisi Target Pertumbuhan, Indeks Tembus 900
Selasa, 09 November 2004 | 21:07 WIB
TEMPO Interaktif, JIndeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Jakarta (BEJ) pada penutupan perdagangan Selasa (9/11) mencatat rekor baru berada di level 901,380 atau mengalami kenaikan 12,642 poin. Ini berarti indeks telah melewati titik psikologis 900. Jumlah transaksi perdagangan sebanyak 15.204 kali, dengan volume 1.550.025 lot atau senilai Rp 904,518 miliar.
Naiknya indeks antara lain disebabkan aksi beli beberapa saham yang diperkirakan mendapat profit tinggi. Beberapa saham seperti Astra, Sampoerna, serta Indocement menjadi menarik karena menawarkan dividen bagi pemegang saham.
”Pergerakan indeks karena dipengaruhi pergerakan aksi beli di beberapa saham tertentu saja,” ujar analis Trimegah Sekuritas Arianto Reksoprodjo.
Analis BNI Sekuritas Adrian Rusmana mengatakan, pergerakan indeks didorong sentimen positif dari Bank Dunia yang merevisi target pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun ini, yakni dari 4,5 persen menjadi 4,9 persen dan target pertumbuhan tahun depan dari 5 persen menjadi 5,4 persen.
Berkaitan dengan pergerakan bursa regional, dia mengatakan, pergerakan bursa regional tidak memberikan sentimen positif malah sebaliknya. “Bursa regional cenderung bergerak stagnan. Bahkan bursa Nikkei dan Hangseng, Manila bergerak negatif,” katanya.
Sementara itu, pada penutupan perdagangan tercatat sebanyak 73 saham naik, 41 saham turun dan 261 saham stagnan. Indeks pada Jakarta Islamic Index (JII) mengalami kenaikan 1,955 poin menjadi 150,137. Sedang pada MBX naik 3,834 menjadi 239,934 dan DBX naik 0,928 poin menjadi 209,741.
Beberapa saham yang berada di top gainer diantaranya HMSP (PT HM Sampoerna Tbk) yang naik Rp 350 menjadi Rp 8.600, Telkom naik Rp 50 menjadi Rp 4.675 serta BRI dari Rp 150 menjadi Rp 5.350. Sedangkan saham-saham yang tercatat sebagai top looser diantaranya Ades, yang turun Rp 225 menjadi Rp 2.700.
Yuliawati
INDEKS BERITA LAINNYA :
|