|
bantuan pemerintah Cina
Pemerintah Cina Bantu Pembangunan Jalur Ganda Kereta Api
Selasa, 09 November 2004 | 18:52 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Pemerintah Cina akan memberikan bantuan untuk pembangunan jalur ganda kereta api Cirebon-Kroya. Pemerintah Cina akan membiayai 85 persen dari seluruh total anggaran untuk pembangunan jalur ganda tersebut. Sisanya, 15 persen akan dibiayai pemerintah Indonesia.
Menteri Perdagangan Republik Rakyat Cina Cina Bo Cilay menyampaikan hal itu ketika bertemu dengan Menteri Perdagangan Indonesia Mari E. Pangestu di Shanghai pekan lalu.
Menurut Direktur Jenderal Kerja Sama Industri dan Perdagangan Pos M. Hutabat, rencana bantuan tersebut akan terealisasi begitu proposal pembiayaan yang dibuat Indonesia telah selesai.
”Jalur Cirebon-Kroya saat ini baru satu jalur. Pembuatan double track itu agar tidak terjadi tabrakan dan mempercepat perjalanan Cirebon-Kroya atau sebaliknya,” kata Pos. Dengan satu jalur, perjalanan kereta api menempuh waktu 2,5 jam. Dengan penambahan jalur, nantinya diharapkan jarak tempuh menjadi 1,5 jam atau paling tidak 1 jam 45 menit.
Pos mengatakan, bantuan ini merupakan kelanjutan dari bantuan investasi pemerintah Cina sebelumnya di bidang infrastruktur. Bantuan ini juga berkaitan dengan bantuan Cina sebesar US$ 400 juta untuk beberapa infrastruktur seperti pembuatan pembangkit listrik di Sibolga, Sumatera Utara.
Selain itu, dana bantuan tersebut juga dialokasikan untuk pembangunan jembatan Surabaya-Madura (Suramadu) serta pembuatan pembangkit listrik di Parit Baru, Kalimantan Barat. Pembangunan pembangkit listrik di Parit Baru diperkirakan menelan biaya sebesar US$ 162-163 juta.
Saat ini pengerjaan jembatan Suramadu belum selesai dan sedang dilakukan perhitungan ulang atas kebutuhan dana pembangunan. Menurut Pos, awalnya pembangunan jembatan Suramadu diperkirakan membutuhkan biaya sebesar US$ 150 juta, tapi karena kekuatan angin jauh lebih tinggi daripada rata-rata, perlu dilakukan penanaman besi lebih dalam. “Itu membutuhkan dana kurang lebih US$ 180 juta,” katanya.
Jika penghitungan ulang atas semua biaya sudah selesai dan ternyata ada kekurangan dalam pengerjaan tiga proyek tersebut, kata Pos, pemerintah Cina berjanji akan memberikan bantuan tambahan.
Dalam kesepakatan awal, bantuan tersebut akan selesai pada akhir Desember tahun ini. “Tetapi sekarang belum bisa, karena ada perhitungan ulang sehingga pemerintah Cina memperpanjang sampai Indonesia bisa menghitung biaya Suramadu. Kalau sudah selesai akan diberikan pinjaman baru lagi,” katanya.
Pinjaman ini sendiri akan dilunasi Indonesia dalam tenggat waktu 15 tahun, dengan bunga sebesar 3 persen. Cina juga mempersyaratkan beberapa hal seperti pembelian bahan bangunan berasal dari negerinya. Kecuali, bahan itu yang tidak ada di Cina, sehingga bisa dibeli di luar negara tersebut.
M Nafi - Tempo
INDEKS BERITA LAINNYA :
|