|
iklim investasi
Bank Dunia Minta Indonesia Fokus pada Pemulihan Iklim Investasi
Selasa, 09 November 2004 | 18:04 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Bank Dunia menyarankan, pembuat kebijakan fokus dalam pemulihan iklim investasi daripada mengkhawatirkan siklus perlambatan ekonomi global.
“Lebih baik perhatian diarahkan pada usaha pemulihan investasi swasta,” kata Milan Brahmbhatt, yang menjadi penulis utama Regional Update, yakni laporan Bank Dunia tentang pertumbuhan ekonomi kawasan.
Menurut dia, pemulihan iklim investasi akan membantu upaya pemulihan ekonomi, mengingat faktor ekspor dan konsumsi tidak dapat diharapkan besar, karena ekspor sangat tergantung situasi global. Sedangkan konsumsi yang tumbuh tanpa batas dapat berbahaya.
Pemilihan umum dan pemilihan presiden di Indonesia yang berjalan dengan sukses dan damai merupakan langkah awal yang penting bagi pemulihan iklim investasi. Namun, pemulihan ekonomi tergantung dari kebijakan yang diambil pemerintahan baru.
“Paket kebijakan ekonomi yang kredibel berikut keberhasilan dalam pelaksanaannya, akan mempercepat datangnya investasi,” kata Brahmbhatt.
Selain itu, salah satu upaya pemulihan ekonomi Indonesia lainnya adalah dengan melanjutkan pelaksanaan white paper, yakni paket kebijakan ekonomi setelah keluar dari Dana Moneter Internasional IMF), yang berkesinambungan pada pemerintahan baru.
Selain itu, menurut Bank Dunia, penting bagi pemerintah Indonesia untuk melakukan penyesuaian harga bahan baker minyak (BBM) untuk mengurangi tekanan pengeluaran pemerintah. Namun, subsidi BBM yang dicabut perlu disertai insentif kepada masyarakat berupa peningkatan pelayanan kesehatan, pendidikan, ataupun pembiayaan infrastruktur.
Berkaitan dengan pertumbuhan ekonomi Indonesia, Bank Dunia memperkirakan pertumbuhan tahun ini menjadi 4,9 persen. Sebelumnya, Bank Dunia memperkirakan pertumbuhan sebesar 4,5 persen.
Sedangkan tahun depan, Bank Dunia memkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia bisa mencapai 5,4 persen. Bank Dunia sebelumnya memperkirakan pertumbuhan tahun depan sebesar 5 persen. Perubahan ini karena Bank Dunia melihat ada beberapa indikator ekonomi yang membaik.
Selama semester pertama 2004, pertumbuhan ekonomi telah mencapai 4,7 persen. Pertumbuhan investasi 8,3 persen, jauh lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan semester sebelumnya. Sedangkan impor barang modal pada Januari-September 2004 mencapai 35,3 persen.
Selain itu, data ketenaga kerjaan menunjukkan hal yang positif. Bank Dunia memperkirakan, jumlah pengangguran tahun depan akan turun dibandingkan jumlah pengangguran tahun ini.
Yuliawati - Tempo
INDEKS BERITA LAINNYA :
|