Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Jakarta

Bisnis Perencanaan Keuangan Diharapkan Melindungi Nasabahnya
Senin, 08 November 2004 | 13:22 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Bank Indonesia (BI)meminta pelaku bisnis perencanaan keuangan bisa melindungi nasabahnya. Walaupun BI belum mempunyai perangkat peraturan mengenai bisnis ini.

Menurut Deputi Direktur Penelitian dan Pengaturan Perbankan Indonesia, Muliaman D. Hadad, bisnis perencanaan keuangan ini mempunyai prospek yang bagus seiring perkembangan perbankan Indonesia. Bisnis perencaan keuangan ini termasuk dalam wewenang badan pengawas pasar modal seperti halnya di negara lain di Amerika. "Tapi sekarang masih belum jelas, harus lapor kesiapa dan siapa pengawasnya," katanya, dalam workshop 'Masa Depan Industri Keuangan' di Hotel Nikko Jakarta, Senin (8/11).

Dalam menyikapi perkembangan bisnis ini, Muliaman berharap, BI akan terus memperhatikan kepentingan nasabah. Menurutnya, dalam arsitektur perbankan Indonesia, industri keuangan secara keseluruhan akan melindungi nasabahnya melalui complain management. "Nantinya, ini bukan hanya untuk kepentingan nasabah, tapi juga banker,"ujarnya.

Titik perhatian BI terhadap nasabah diharapkan bisa melindungi nasabah yang bersangkutan. Menurut Muliaman, salah satu perlindungan terhadap nasabahnya adalah berupa pembentukan lembaga penjamin simpanan. Lembaga jasa keuangan ini bisa melindungi nasabahnya dan mempunyai peraturan yang bisa mengelola sendiri. Menurutnya, asosiasi-asosiasi lembaga terkait bisa menjadi cikal bakal terbentuknya lembaga-lembaga pengambil kebijakan.

Yandi


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Uang Palsu Di Bali Meningkat Pesat
Presiden Sampaikan Tiga Strategi di Bidang Ekonomi
PPATK Sinyalir Lima Bank Tidak Kooperatif Cegah Pencucian Uang
John Hamenda : Siap Dihukum Mati, Jika Bersalah
Astra Agro Targetkan Pertumbuhan CPO 15 Persen
BI Kucurkan Rp 32,5 triliun Buat Lebaran
Pemerintah Butuh Biaya, Saham Danamon Dijual
BI Akan Bentuk Biro Informasi Kredit Terintegrasi
Puluhan Karung Uang Kertas Ditemukan di Tempat Rongsokan.
Inflasi Oktober 0,56 Persen
> selengkapnya...


Referensi

Latar Belakang Gugatan BDB
Kronologi Kondisi Keuangan PT. BDB Tahun 2002-2004
Profil Miranda Swaray Goeltom
Profil Burhanuddin Abdullah
Status Pengutang BPPN
Keppres RI No. 17 Tahun 2004 Tentang Perubahan Atas Keppres No. 26 Tahun 1998 Tentang Jaminan Terhadap Kewajiban Pembayaran Bank Umum
Keppres RI No. 1 Tahun 2004 Tentang Komite Koordinasi Nasional Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang
PP RI No. 47 Tahun 2001 Tentang Perubahan Keempat Atas PP No. 17 Tahun 1999 Tentang Badan PenyehatanPerbankan Nasional
> selengkapnya...

Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Yenny Wahid Bantah Klaim Yusril Didukung Gus Dur
Olimpiade Paralimpik Dibuka dengan Meriah
Christopher Terhenti di Final AS Terbuka
Marcos Senna, Terbaik La Liga Musim 2007/08
Mencontreng atau Mencoblos Ditentukan September Ini

<< November,2004>>
MSnSl RK JS
 01 02 03 04 05 06
07 08 09 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data