Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Presiden Sampaikan Strategi Ekonomi ke Perbankan Nasional
Jum'at, 05 November 2004 | 21:29 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyampaikan tiga strategi ekonomi kepada kalangan dunia perbankan nasional. Strategi ini bertujuan untuk menghidupkan kembali infrastruktur bagi penciptaan lapangan kerja.

Staregi pertama adalah pencapaian pertumbuhan ekonomi rata-rata dalam jangka lima tahun, yakni sebesar 6,5 persen per tahun. Kedua, mentransfer stabilitas makro ekonomi untuk menggerakkan sektor riil dan dunia usaha, termasuk membangkitkan kembali sektor mikro usaha kecil dan menengah yang merupakan mesin dari pergerakan kembali
dunia usaha dan sektor riil.

Terakhir, memenuhi hak dasar rakyat, yaitu pangan, sandang, perumahan, pendidikan, dan kesehatan. Untuk itu, kata Presiden, perlu dikembangkan revitalisasi pertanian dan ekonomi pedesaan, sehingga bisa mengurangi pengangguran dan kemiskinan.

Menurut Yudhoyono, tiga strategi ini harus mengacu kepada kebijakan dan aturan yang dibuat. Tidak boleh ada lagi aktivitas ekonomi yang tanpa kontrol dan kebijakan yang tidak tepat. Karena itu, diperlukan langkah bersama, sinergi dan koordinasi antara kebijakan moneter dengan kebijakan fiskal.

Di depan Gubernur Bank Indonesia Burhanudin Abdullah, sejumlah deputi gubernur BI, dan pimpinan seluruh bank di Indonesia di Istana Negara, Presiden mengatakan, dunia perbankan merupakan komponen dan sub-sistem yang sangat menentukan dalam kehidupan nasional. Karena itu, dia memohon bantuan kerja sama dan kontribusi dengan dunia perbankan.

Setelah melakukan restrukturisasi dunia perbankan, menurut Yudhoyono, kini saatnya Indonesia memasuki tahapan dan babakan baru. "Jangan ulangi kesalahan-kesalahan yang lalu, apakah kebijakan, manajemen, dan gaya yang tidak tepat," kata dia.

Dunia perbankan, kata Yudhoyono, dapat memberikan kontribusi bagi pembangunan nasional seperti menghidupkan kembali sektor infrastuktur yang selama enam tahun terakhir sempat terbelangkai. Tujuannya, untuk menggerakkan kembali sektor riil dan daya saing bagi masuknya investasi ke Indonesia, sehingga dapat meningkatkan daya beli dan pendapatan per kapita.

Meskipun demikian, industri perbankan diminta tidak terlalu ambisius dalam memberikan
berbagai situmulus bagi percepatan pertumbuhan, karena dikhawatirkan dapat kembali memukul kondisi ekonomi nasional.

Sementara itu, Gubernur BI Burhanudin menyatakan, BI akan menciptakan suatu langkah yang memberikan akses lebih besar kepada sektor riil. "Kita tidak bisa bertahan terus seperti ini. Yang perlu dipikirkan adalah bagaimana membiayai infrastruktur, seperti pembangunan jalan tol, dan listrik," katanya.

Kondisi perbankan nasional saat ini cenderung stabil dan sehat dengan rasio kecukupan modal (CAR) mencapai 21 persen atau jauh di atas batas ketentuan minimum sebesar 8 persen. Sedangkan pinjaman bermasalah mencapai 7-8 persen.

Hingga akhir Agustus, pertumbuhan kredit perbankan juga sangat signifikan, yaitu mencapai Rp 101 triliun atau tumbuh 25,4 persen. Di sisi lain, terjadi peningkatan kredit yang tak terpakai sebesar Rp 134 triliun dari total persetujuan kredit sebesar Rp 507,6 triliun. "Ini
menunjukkan bahwa kapasitas daya serap sektor riil masih relatif terbatas dibandingkan tersedianya dana perbankan," kata Burhanudin.

Yura Syahrul - Tempo



INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Enam Koruptor Telah Huni Sel-Sel Di Nusakambangan
16 LSM Minta Gubernur Sumatra Barat Mundur
49 Anggota DPR Ajukan Interpelasi Kepada Presiden
Presiden Tandatangani Izin Pemeriksaan Empat Bupati
Presiden SBY Akan Hadir di KTT Asean-Laos
Presiden Minta Operasi Militer di Papua Tak Korbankan Warga Sipil
Presiden SBY : Parsel Diberikan Dari Yang Mampu Kepada Yang Tidak Mampu
Pemerintah Sedang Susun Rancangan Penghapusan Buku Mutlak
Isi Surat Presiden SBY kepada Ketua DPR
Presiden dan Wakil Buka Puasa dengan Kapolri
> selengkapnya...


Referensi

Kasus Korupsi Prioritas Kerja 100 Hari Polri

Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Jalur Selatan Kereta Api Normal Kembali
Kecil Kemungkinan Beda Awal Puasa dan Lebaran
Tunai Rp 1 Milyar Bagi Peraih Emas Olimpiade
Amrozy cs Dikunjungi Kerabat
Mahasiswa Kediri Demo Tuntut Pengusutan Dana Hibah Persik

<< November,2004>>
MSnSl RK JS
 01 02 03 04 05 06
07 08 09 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data