|
Jakarta
Indonesia Memperjuangkan Negara Berkembang di Konferensi APEC
Rabu, 03 November 2004 | 20:09 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Indonesia akan memperjuangkan kepentingan negara-negara berkembang pada pertemuan ekonomi negara-negara Asia Pasifik (APEC) mendatang. Meskipun hasil konferensi tersebut tidak mengikat, menurut Direktur Regional Departemen Perdagangan Eliver Radja Goegoek, beberapa isu yang 'menekan’ negara berkembang akan ditolak.
Menurut Eliver, pertemuan internasional seperti APEC akan digunakan negara maju sebagai alat untuk menyampaikan banyak kepentingannya. "APEC akan digunakan negara maju untuk menghidupkan agenda Doha. Selalu itu dijadikan alat oleh negara maju,“ kata Eliver di Jakarta, Rabu (3/11).
Salah satu isi agenda doha yang menjadi keberatan negara berkembang seperti di sektor produk organik. Negara berkembang diminta untuk menerapkan penanganan sanitasi dan phyto-sanitasi (SPS) serta standar-standar baru keamanan yang berlaku di negara maju.
Namun, Indonesia tetap akan mendukung pertemuan yang akan digelar pada 20 – 21 November 2004 mendatang. Oleh karena itu Indonesia akan menghadiri pertemuan di Cili itu. Sebab dengan keikutsertaan ini bisa ikut andil dalam proses mengambil keputusan.
Yang penting, menurut Eliver, khusus bagi Asean, pertemuan Cili itu tidak membahas isu singapura. “Secara umum Asean mendukung asal tidak menyinggung yang sensitif seperti ,” kata Eliver. Kecuali, lanjut dia, yang menyangkut
Secara umum, Indonesia mendukung perdagangan bebas seperti yang akan dibahas dalam pertemuan itu. Menurut Eliver diserahkannya ekonomi ke pasar merupakan langkah yang paling tepat dalam masa global saat ini. “Bukan hanya para pengusaha yang akan diuntungkan, konsumen juga untung sebab bisa memperoleh barang dengan harga murah,” ujarnya. Selain tentu saja lebih banyak memberikan alternatif dan tumbuhnya persaingan usaha yang sehat.
Muchamad Nafi
INDEKS BERITA LAINNYA :
|