Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Ekbis

Industri Farmasi Lebih Diminati Investor Asing
Selasa, 02 November 2004 | 20:46 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Investor asing banyak meminati menanamkan modal di sektor industri, khususnya farmasi. Hal ini ditunjukkan dengan meningkatnya nilai persetujuan penanaman modal asing.

Menurut Deputi Kepala Bidang Pengembangan Iklim Penanaman Modal BKPM, Yus'an, persetujuan PMA untuk industri pada September 2004, naik sekitar 15 persen. Selain farmasi, investasi pada industri logam dan barang logam, komponen elektronik juga meningkat. Namun demikian, dia tidak bisa menyebutkan berapa besar persetujuan itu. "Saya tidak kaji persisnya per sektor," kata Yus'an kepada Tempo di Jakarta, Selasa (2/12).

Secara menyeluruh tingkat persetujuan PMA pada Oktober mencapai US$ 7.99 miliar atau lebih besar dibanding September yang hanya mencapai US$ 6.4 miliar. "Ini menunjukkan ada peningkatan 23 persen," jelasnya.

Walau ada peningkatan, Yus'an mengakui masih di bawah nilai persetujuan sebelum 1998 atau sebelum masa krisis. Pada saat itu persetujuan PMA mencapai US$ 3.4 miliar. Oleh karena itu, harus ada upaya keras untuk mengembalikan ke kondisi tersebut.

Yus'an mengatakan beberapa faktor yang mempengaruhi minat inversitor seperti stabilitas, politik, keamanan, perpajakan, dan peraturan yang menyangkut investasi. Dari kajian BKPM menyebutkan banyaknya peraturan daerah yang justru menghambat laju penanaman investasi. Perda-perda tersebut cenderung mengakibatkan timbulnya biaya tinggi. "Juga beban berbagai macam pungutan-pungutan," tandasnya.

Oleh karena itu dia berharap agar investasi seperti masa sebelum krisis tercapai, perlu dilakukan koordinasi antardepartemen terkait. Begitu juga dengan peraturan dan juga kebijakan, seharusnya saling mendukung terhadap peningkatan investasi.

Jika hal ini dilakukan, Yus'an yakin target realisasi PMA akan mencapai USS 15 miliar. Saat ini saja, lanjut dia, realisasi dari persetujuan yang ada sudah mencapai USS 9 miliar. "Tahun ini kita targetkan di atas US$ 10 miliar hinggga US$ 15 miliar," katanya.

Muhamad Nafi - Tempo

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Tagihan Macet Bank BUMN Bakal Dihapus
Pemerintah Daerah Butuh Kebijakan Khusus
Sutiyoso Siapkan Pelayanan Satu Atap untuk Investasi
Pengembang Minta Hak Pakai Apartemen Warga Asing Diperpanjang
Investor Asing Tetap Dominasi Indeks Saham
Merpati dan Investor Swasta Akan Masuk ke Sumatera Airlines
Kadin : Investasi Jangka Panjang Tunggu 100 Hari Pertama
Dorodjatun: Pelaku Usaha Menunggu Hasil Pilpres II
Bom Kuningan Hambat Hubungan Dagang Indonesia-Australia
Bom Kuningan Batalkan Investasi Asing di Indonesia
> selengkapnya...


Referensi

PP RI No. 3 Tahun 2004 Tentang Penambahan Penyertaan Modal Negara RI Ke Dalam Modal Saham Perusahaan Perseroan ( Persero ) PT. Rajawali Nusantara Indonesia
Kepres RI No. 87 Thn.2003 Tentang Tim Nasional Peningkatan Ekspor Dan Peningkatan Investasi
UU RI No. 25 Tahun 2000 Tentang Program Pembangunan Nasional ( Propenas ) Tahun 2000-2004
> selengkapnya...

Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< November,2004>>
MSnSl RK JS
 01 02 03 04 05 06
07 08 09 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data