Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Ekonomi dan Bisnis

Bank Mandiri Tunggu Izin Hapus Tagih
Selasa, 02 November 2004 | 17:52 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:PT Bank Mandiri Tbk. masih menunggu izin pemerintah dan DPR mengenai rencana hapus tagih piutangnya.

"Lumayan signifikan buat Mandiri. Jadi piutang yang berpotensi macet bisa langsung jadi income," kata Direktur dan Sekretaris Perusahaan, Nimrod Sitorus di Plaza Mandiri, Jakarta, Selasa (2/11).

Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Bank Mandiri pada September tahun lalu, disepakati adanya penghapustagihan piutang pokok macet yang telah dihapusbukukan, maksimal Rp 2 triliun. Angka ini sekitar 10 persen dari saldo piutang pokok macet yang telah dihapusbukukan, yang jumlah totalnya mencapai Rp 20,041 triliun.

Kredit-kredit itu merupakan peninggalan dari empat bank hasil merger yang sekarang menjadi Bank Mandiri, yaitu PT Bank Dagang Negara, PT Bank Bumi Daya, PT Bank Exim dan PT Bapindo pada 1998. Kredit yang dihapus ini terbagi dalam dua kategori kredit yaitu, di atas Rp 5 miliar sekitar 100 nasabah dan di bawah Rp 5 miliar sebanyak 11 ribu nasabah.

Menurut dia, proses hapus tagih ini harus secepat mungkin dilakukan. Dari sisi bank, kata dia, piutang ini akan mengganggu kinerja yang bersangkutan. Untuk itu, kata Nimrod, diusulkan adanya pemotongan utang sebesar 25 hingga 50 persen.

Bank Mandiri akan mengajukan permintaan izin kembali hapus tagih dari total piutang Rp 16 triliun itu. Sesuai Undang-Undang Nomor 1/2004 tentang Perbendaharaan Negara hapus buku atas piutang di atas Rp 100 miliar harus melalui keputusan presiden dengan persetujuan DPR. (yandi mr)

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Tagihan Macet Bank BUMN Bakal Dihapus
Menteri Jangan Lindungi Konglomerat Hitam
Pemerintah Tidak Cabut Surat Lunas Konglomerat
Kucuran Kredit ke Pengembang Tersendat
PPP dan PAN Tolak Kredit Dari BPD Jatim.
Tim Pemberesan Beri Dua Opsi Penyelesaian Obligor Bermasalah
Ribuan Karyawan Texmaco akan Hadiri Keputusan Sidang P4P
BI Akan Berikan Insentif Aturan NPL
Indonesia Dipersilahkan Gugat Agus Anwar di Singapura
Obligor Bermasalah Diberi Waktu Sampai Akhir Maret
> selengkapnya...


Referensi

Kasus Dipasena
Kasus-kasus Korupsi di Indonesia
Program-program Jaksa Agung Abdul Rahman Saleh Memberantas KKN
ICW : Buka Kembali Kasus Korupsi yang Di SP3
> selengkapnya...

Komentar Anda
-
Kirim
-
Baca [1]


Berita Terakhir

DPRD Siantar BerhentikanWali Kota dan Wakilnya
Taksi Terbakar di Jalan MT Haryono
Presiden Diminta Beri Sanksi Heru Lelono
Selasar Sunaryo Gelar 'A Decade Of Dedication'
Penyidikan Korupsi PT Telkom Senilai Rp 110 Miliar Terancam Macet

<< November,2004>>
MSnSl RK JS
 01 02 03 04 05 06
07 08 09 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data