|
Ekonomi Bisnis
Tahun Ini Indonesia Swasembada Beras
Senin, 01 November 2004 | 19:14 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Ramalan Badan Pusat Statistik (BPS) memperkirakan produksi padi pada tahun 2004 ini akan mencapai 54,34 juta ton gabah kering giling. Ini berarti melebihi target produksi padi tahun ini sebesar 53 juta ton.
“Artinya, 2004 ini, kita sudah swasembada beras,” ujar Direktur Jenderal Bina Produksi Tanaman Pangan Departemen Pertanian, M. Djafar Hafzah, di Jakarta, Senin (1/11).
Menurut Djafar, pemerintah menargetkan produksi padi sebesar 53 juta ton gabah kering giling untuk memenuhi kebutuhan beras dalam negeri sebesar 30-31 juta ton. Dengan kebutuhan sebesar itu, pemerintah menargetkan impor beras sebesar 34 juta ton. “Sekarang kita tidak perlu impor,” urainya.
Kenaikan produksi padi itu, menurut Djafar, karena adanya peningkatan luas panen yakni 11,49 juta hektare di tahun 2003 menjadi 11,97 juta hektare pada tahun 2004 atau naik sekitar 4,2 persen. Di Sumatera, luas panen meningkat karena adanya perluasan areal tanam dan peningkatan indeks per tanaman dengan perbaikan jaringan irigasi dan penurunan serangan hama.
Di Jawa, kenaikan luas panen terjadi bukan karena pembukaan areal tanam baru tetapi karena iklim yang cukup mendukung sehingga luas panen padi di Jawa diperkirakan kembali normal dan luasnya hampir sama dengan luas panen padi tahun 2002.
Secara nasional, produktivitas padi tahun 2004 ini juga diperkiarakan meningkat sebesar 45,4 kuintal gabah kering giling per hektare atau naik sekitar 0,04 persen dibandingkan tahun 2003.
Di Jawa, produktivitas padi turun sekitar 0,88 persen karena serangan hama kresek yang walaupun tidak mengakibatkan puso, tetapi menyebabkan turunnya produktivitas. Sebaliknya di luar Jawa, produktivitas padi diperkirakan naik dari 39,2 kuintal per hektare di tahun 2003 menjadi 39,5 kuintal per hektare pada tahun 2004 atau naik sekitar 0,76 persen.
Adapun produksi jagung tahun 2004, BPS memperkirakan mencapai sebesar 11,35 juta ton pipilan kering atau naik sebesar 4,3 persen dibandingkan dengan produksi tahun 2003. Kenaikan produksi jagung terjadi karena naiknya luas panen dan juga produktivitas.
Luas panen meningkat karena adanya insentif harga sehingga merangsang petani menanam jagung. Adapun produktivitas meningkat karena adanya perubahan varietas yang ditanam petani dari varietas lokal ke varietas komposit atau hibrida.
Amal Ihsan - Tempo
INDEKS BERITA LAINNYA :
|