Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Ekbis

Deregulasi Jadi Program 100 Hari Mari Pangestu
Kamis, 28 Oktober 2004 | 16:40 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Departemen Perdagangan mencanangkan program 100 hari berupa eregulasi dan debirokratisasi. "Jadi dalam jangka pendek, bagaimana melakukan deregulasi dan debirokratisasi dengan tujuan menyederhanakan (peraturan)," kata Menteri Perdagangan Mari E Pangestu di Jakarta, Kamis (28/10).

Langkah yang akan ditempuh dalam melaksanakan kedua hal tadi adalah meninjau kembali peraturan-peraturan yang telah ditetapkan menteri terdahulu. "Seperti sudah saya sampaikan, adalah meninjau peraturan-peraturan yang berada di bawah wewengan saya, termasuk tata niaga," jelasnya. Namun demikian, dia belum bisa menyebutkan berapa tata niaga yang akan ditinjau kembali. "Saya lupa persisnya, tanya Pak Sudar (Dirjen Perdagangan Luar Negeri)," paparnya.

Menurut Mari, deregulasi dan debirokratisasi ditempuh guna memperbaiki daya saing Indonesia. Sebab daya saing Indonesia saat ini masih sangat rendah. Berkaitan dengan 100 hari kerja, Mari juga mengatakan, pihaknya akan memantau perkembangan sembako baik harga maupun persediaannya. Selain itu, juga akan diselesaikan pembahasan harmonisasi tarif. Penyelesaiannya telah dilakukan jauh hari sebelum dirinya masuk ke Departemen Perdagangan. "Sebelumnya sudah ada berbagai pertemuan, termasuk dengan dunia usaha," katanya.

Mari juga menandaskan tugas yang tak kalah utamanya dalam 100 hari ke depan adalah melakukan pembenahan internal. Dalam jangka waktu itu, akan dibenahi permasalahan reorganisasi Departemen Perdagangan yang sebelumnya di bawah Departemen Perdagangan dan Perindustrian.

Menyangkut penguatan perdagangan luar negeri, Indonesia juga akan menghadiri pertemuan KTT Asean dan APEC. Dalam dua pertemuan tersebut, kata Mari akan ditekankan bagaimana peran Indonesia dalam ASEAN dan Asia Pasifik. "Ini adalah kesempatan yang baik, karena tanpa harus mengunjungi setiap negara, Bapak Presiden bisa melakukan pertemuan-pertemuan bilateral dengan negara-negara utama di Asia Parifik maupun ASEAN," jelasnya.

Muhamad Nafi?Tempo

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Sidang Kabinet Bahas Program 100 Hari Pertama
Presiden Minta Dirjen Bea dan Cukai Berantas Penyelundupan
Belum Ada Anggota DPR dan DPD yang Laporkan Kekayaan
Presiden Minta Dilapori Jika Ada Wajib Pajak yang Tak Tersentuh
Presiden Beri Pengarahan Jajaran Direktorat Jenderal Bea dan Cukai
Presiden Inspekdi ke Direktorat Bea Cukai
Jaksa Agung Jangan Hangat-Hangat Tahi Ayam
Pemerintah Susun Harmonisasi Tarif Impor
KPK: Belum Ada Menteri yang Serahkan Laporan Kekayaan
Presiden Ke Mabes Polri
> selengkapnya...


Referensi

Keppres RI No. 14 Tahun 2004 Tentang Persetujuan Perubahan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Kamar Dagang dan Industri
PP RI No. 3 Tahun 2004 Tentang Penambahan Penyertaan Modal Negara RI Ke Dalam Modal Saham Perusahaan Perseroan ( Persero ) PT. Rajawali Nusantara Indonesia
UU RI No.8 Thn.1999 Tentang Perlindungan Konsumen
> selengkapnya...

Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< October,2004>>
MSnSl RK JS
     01 02
03 04 05 06 07 08 09
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30
31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data