|
Ekonomi Bisnis
Direktur Keuangan dan Komisaris Merpati Diganti
Senin, 18 Oktober 2004 | 13:30 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Pemerintah sebagai pemegang saham mayoritas PT Merpati Nusantara, Senin (18/10), mengganti direktur keuangan dan beberapa komisaris Merpati. Pelaksanaan pergantian dan serah terima dilakukan di ruang kerja Ferdinand Nainggolan, Deputi Meneg BUMN, hari ini pukul 10.00 WIB.
Hadir dalam acara tersebut Bonar, Asisten Deputi Urusan Jasa Perhubungan Meneg BUMN sebagai wakil pemerintah, Indra Setiawan (Dirut Garuda Indonesia) sebagai wakil Garuda Indonesia (pemegang saham 6,8 persen saham Merpati), dan Direktur Utama Merpati, Hotasi Nababan.
Pada jajaran direksi, Direktur Keuangan Budiman H. Rafioedin digantikan oleh Prasetio. Sementara pada jajaran komisaris, Komisaris Utama Muchtarudin Siregar digantikan oleh Mayjen. TNI (Purn) Gunawan Kuswara.
Beberapa anggota komisaris juga diganti, antara lain Djoko Agung digantikan oleh Danang S. Baskoro. Sementara untuk direktur utama, direktur niaga, direktur operasi, dan direktur teknik masih tetap.
Direktur Utama Merpati Hotasi Nababan mengharapkan agar jajaran komisaris dan direksi yang baru segera melakukan atau mempercepat proses transisi. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada beberapa orang yang sudah mengabdikan dirinya di Merpati.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada Pak Muchtarudin Siregar dan Pak Djoko Agung yang pernah duduk di jajaran komisaris,” kata Hotasi, Senin (18/10).
Hotasi mengaku, memang ada keterlambatan jadwal pergantian direksi dan komisaris Merpati. Menurut Hotasi, masa jabatan komisaris seharusnya berakhir pada bulan Desember 2003, sementara masa jabatan direksi harusnya berakhir pada bulan Maret 2004.
“Pergantian ini adalah sebagai bagian dari pending time dan harus diselesaikan sebelum tanggal 20 Oktober,” ujarnya.
Secara terpisah, Asisten Deputi Urusan Jasa Perhubungan, Bonar, menjelaskan bahwa penunjukan Prasetio sebagai direktur keuangan sudah melalui proses fit and proper test. Menurut dia, melihat latar belakang dari Prasetio yang sebelumnya menjabat di Bank Niaga dan Bank Danamon, sangat berpengalaman untuk mengelola keuangan perusahaan. “Melihat track record beliau, beliau sangat berpengalaman,” katanya.
Bonar menolak bahwa pergantian direktur keuangan ini akibat gagalnya Budiman untuk meminta pemerintah bersedia menjadikan modal pinjamannya dalam penyertaan modal Merpati.
Mengenai tertundanya waktu pergantian jajaran komisaris dan direksi Merpati, Bonar menjelaskan bahwa itu adalah hanya persoalan teknis. Menurut dia, surat pergantian direksi dan komisaris sudah ditandatangani oleh Meneg BUMN Laksamana Sukardi pada Kamis dua pekan lalu.
Semestinya, pengumuman pergantian bisa dilaksanakan pada hari Kamis (14/10) lalu, namun karena beberapa pengurus komisaris sedang di luar kota, sehingga pengumuman pergantian direksi baru bisa dilakukan hari ini. “Tertundanya waktu pengumuman pergantian yang harusnya minggu lalu adalah karena masalah teknis belaka. Jangan dikaitkan dengan masalah politik,” katanya.
Erwin Daryanto - Tempo
INDEKS BERITA LAINNYA :
|