|
Ekonomi Bisnis
Kenaikan Harga Minyak Picu Kenaikan Ekspor
Jum'at, 01 Oktober 2004 | 19:46 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta: Kenaikan harga minyak mentah dunia membawa berkah bagi penerimaan ekspor minyak dan gas Indonesia. Akibat harganya yang terus membubung hingga di atas US$ 40 per barel, ekspor Indonesia pada bulan Agustus mencapai US$ 5,91 miliar atau naik 4,15 persen dibanding bulan lalu. Demikian diungkapkan Kepala Badan Pusat Statistik Choirul Maksum kepada pers di Jakarta, Jumat (1/10).
Ekspor migas sendiri naik 6,79 persen atau dari US$ 1,23 miliar bulan sebelumnya menjadi US$ 1,32 miliar. Ekspor minyak mentah selama Agustus naik sebesar 4,62 persen menjadi US$ 509,4 juta. Hasil minyak juga naik 10,24 persen menjadi US$ 149,7 juta dan gas sebesar 7,75 persen menjadi US$ 654,8 juta.
Menurut Choirul naiknya nilai ekspor minyak mentah disebabkan harga minyak mentah Indonesia di pasar dunia naik dari US$ 37,1 per barel pada bulan Juli menjadi US$ 42,61 per barel pada Agustus. "Kenaikan harga itu menyebabkan nilai ekspor tetap naik meski volume ekspor minyak mentah turun sebesar 10,26 persen," jelas Choirul. Secara kumulatif, total bilai ekspor minyak dan gas sejak Januari hingga Agustus 2004 telah mencapai US$ 9,97 miliar atau naik 7,94 persen.
Kenaikan ekspor Agustus juga dipicu oleh naiknya nilal ekspor non migas. Pada Agustus eskpor non migas sebesar US$ 4,6 miliar atau naik 3,42 persen dibanding bulan sebelumnya. Total ekspor non migas sejak Januari naik 5,1 persen dibanding periode yang sama tahun 2003.
Bagja Hidayat - Tempo
INDEKS BERITA LAINNYA :
|