|
Ekonomi Bisnis
Inkowapi Mengeluhkan Sulitnya Mengakses Kredit
Jum'at, 01 Oktober 2004 | 17:53 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta: Induk Koperasi Wanita Indonesia (Inkowapi) mengeluhkan bahwa mereka kesulitan mencari dana untuk melakukan kegiatan usaha. "Anggota kami di daerah, sulit mengakses kredit tanpa agunan yang dijanjikan pemerintah," kata Ketua Inkowapi, Dewi Motik Pramono kepada wartawan di sela-sela Rapat Anggota Tahunan Inkowapi VI, Jumat (1/10) di Hotel Atlet Century Park Jakarta.
Menurut Dewi, kesulitan mengakses kredit ini disebabkan karena jatah dana kredit belum turun ke bank-bank daerah dan bank perkreditan rakyat yang ditunjuk sebagai pihak penyalur. "Anggota kami juga mengalami kesulitan berhubungan dengan bank-bank daerah tersebut," ungkapnya. Kenyataan ini, menurutnya, menjadi penyebab turunnya aktivitas usaha dari Inkowapi selama periode 2003 - 2004.
Untuk itu, dalam rapat anggota tahunan kali ini, pihak pimpinan sengaja mempertemukan bank perkreditan dari masing-masing daerah, dengan anggota Inkowapi. Selain itu, tambahnya, Bank Perkreditan Rakyat (BPR) sepakat untuk mempermudah proses pembuatan proposal untuk mengajukan kredit dengan menyamakan standar proposal.
Dewi Motik menuturkan, bahwa kondisi keamanan dalam negeri, turut mempengaruhi penurunan omset penjualan dari seluruh anggota Inkowapi. Namun menurutnya, anggota tetap berusaha memanfaatkan setiap peluang kesempatan untuk melakukan negosiasi perdagangan langsung ke luar negeri.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Umum Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin), Benny Pasaribu berpendapat bahwa cara berproduksi yang tidak mengikuti standar mutu internasional dan skala usaha yang jauh dari tingkat skala efisiensi minimum, membuat para produsen, termasuk anggota koperasi, makin tertinggal dalam persaingan. Untuk itu, ujar Benny, agar koperasi dapat lebih bersaing, sudah saatnya mereka memperhatikan pengembangan mutu dan standar produksi.
Rina Rachmawati - Tempo
INDEKS BERITA LAINNYA :
|