|
Ekonomi Bisnis
Syahrial: PPA Tak Mungkin Kelola Texmaco
Jum'at, 01 Oktober 2004 | 16:47 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Direktur Utama PT Perusahaan Pengelola Aset (PPA) Muhammad Syahrial mengatakan pihaknya tidak mungkin mengelola Texmaco, karena sampai saat ini kasusnya masih ditangani oleh pengadilan. PPA, katanya, hanya bisa bekerja selama aset tidak ada perkara hukum.
Syahrial menambahkan, pihaknya masih akan meninjau lagi keputusan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan bahwa penjualan Texmaco oleh BPPN harus dengan persetujuan pemilik Texmaco. “Keputusan itu masih ditinjau lagi,” katanya di Jakarta, Jumat (1/10).
Sampai saat ini, kata Syahrial, pihaknya belum menerima surat keputusan tentang pengalihan penanganan Texmaco dari Tim Pemberesan (TP) oleh Menteri Keuangan. Menurutnya, pertemuan antara Tim Pemberesan dan PPA dengan Departemen Keuangan baru sebatas assessment, belum merupakan keputusan dari Menteri Keuangan.
Ia mengatakan, tidak ada ucapan dari Menteri Keuangan yang memastikan akan mengalihkan penanganan Texmaco ke PPA. “Semua itu masih kita kaji bersama,” katanya.
Menurut Syahrial, bila nantinya pengelolaan sementara Texmaco harus dilakukan oleh PPA, dirinya tidak berkeberatan. “Selama ada batasan-batasannya,” katanya. Menurutnya, kalaupun Texmaco dikelola oleh PPA itu akan percuma saja. Selama Texmaco masih dalam perkara, tidak akan bisa dijual. “Jadi aset itu masih bermasalah, harus diselesaikan dulu,” katanya.
Syahrial menyarankan masalah Texmaco diselesaikan lebih dulu baru kemudian diserahkan ke PPA. Mengenai keputusan yang mengharuskan BPPN meminta izin terlebih dahulu apabila ingin menjual Texmaco, menurutnya, hal itu tidak diatur dalam perjanjian kredit, sehingga BPPN bisa meninjau kembali, bisa melihat dari segi de facto bahwa dalam perjanjian kredit itu sudah dipecahkan.
“Kita kembali ke perjanjian kredit lama,” katanya. Tetapi, hal itu menurutnya bukan berarti BPPN bisa melakukan penagihan langsung, penjualan, dan eksekusi aset. “Ini semua alternatif, harus kita rumuskan secara jeli,” katanya.
Syahrial mengatakan, sampai saat ini masih ada sekitar Rp 30-40 triliun aset yang ada di Tim Pemberesan dan belum diserahkan ke PPA. Namun, Syahrial tidak tahu waktu dan besarnya jumlah yang akan diserahkan ke PPA.
Erwin Daryanto - Tempo
INDEKS BERITA LAINNYA :
|