|
Ekonomi dan Bisnis
BEJ Ingatkan Investor Soal Modus Baru Spekulan
Jum'at, 01 Oktober 2004 | 13:57 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta: Otoritas PT Bursa Efek Jakarta (BEJ) mengingatkan investor supaya lebih berhati-hati dengan adanya kecenderungan modus baru spekulan dalam transaksi saham. Investor dihimbau berkonsultasi dengan anggota bursa sebelum masuk dalam transaksi saham yang pergerakannya tiba-tiba.
Direktur Pengawasan Pemeriksaan dan Hukum BEJ Sihol Siagian mengatakan, modus baru ini dilakukan oleh orang atau institusi tertentu yang mempunyai banyak dana. "Ada pemilik dana yang cukup besar menyedot saham. Nantinya kalau sudah ramai baru dia jual," katanya di gedung BEJ, Jumat (1/10).
Sihol mencontohkan, sebuah saham yang relatif sepi diperdagangkan. Spekulan terus membeli saham berapapun harga yang ditawarkannya. Sehingga mendorong investor untuk membeli saham itu. Saat transaksi sudah ramai, spekulan lalu menjual sahamnya sehingga saham kemungkinan besar akan jatuh kembali.
Sementara, investor yang sudah masuk akan sulit keluar kembali atau menjual sahamnya karena sudah tidak liquid lagi.
Menurutnya, modus ini berbeda dengan aksi menggoreng saham (cornering/i>), meski tujuannya sama yaitu memperoleh keuntungan dengan cara menjual atau membeli saham. Aksi menggoreng saham melibatkan kerjasama beberapa pihak yang bersepakat untuk menjual atau membeli saham pada harga tertentu. "Ini jelas sudah masuk pidana dan tercantum dalam peraturan BEJ," katanya. "Sementara modus baru belum ada peraturannya."
Otoritas BEJ, lanjut Sihol, hanya bisa menghimbau investor mengantisipasi modus ini sehingga mengurangi kerugian. Menurutnya, modus ini tidak akan bertahan lama seandainya investor mempunyai pemahaman yang cukup dalam melakukan transaksi.
Yandi MR - Tempo
INDEKS BERITA LAINNYA :
|