Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Ekonomi Bisnis

Pertamina Minta Tes Produksi Migas Lapangan Sukowati Diteruskan
Jum'at, 17 September 2004 | 18:54 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:PT Pertamina (Persero) menginginkan proses uji coba produksi minyak dan gas dari lapangan Sukowati di Tuban, Jawa Timur, diteruskan. Kegiatan produksi itu diyakini tidak akan melanggar ketentuan yang ada.

"Sekarang kan masih tes. Nanti kalau sudah oke, maunya kami ya diproduksiin saja," kata Wakil Direktur Utama Pertamina, Mustiko Saleh, di Jakarta, Jumat (17/9). Ia optimistis, tidak ada yang salah dengan pengoperasian lapangan tersebut.

Seperti diberitakan, operator lapangan Sukowati, Petrochina, telah melakukan uji coba produksi sejak bulan Agustus lalu. Namun, ExxonMobil Oil keberatan karena pihaknya masih bernegosiasi dengan Pertamina untuk memperpanjang kontraknya di blok Cepu. Exxon khawatir, pengeboran yang dilakukan di Sukowati tidak mengikuti kaidah-kaidah reservoar.

Lapangan Sukowati di blok Tuban Barat dikelola oleh dua kontraktor yang berbeda. Sebagian besar wilayah Sukowati (sekitar 85 persen) termasuk dalam blok Cepu yang dikelola ExxonMobil melalui Kontrak Bantuan Teknis (Technical Assistance Contract/TAC) dengan Pertamina.

Sisanya sekitar 15 persen dikelola oleh Joint Operation Body (JOB) antara Petrochina dan Pertamina (lebih dikenal dengan sebutan JOB Tuban). Diperkirakan cadangan minyak yang terkandung di lapangan itu mencapai 25 juta barel. Namun, lapangan itu tak bisa segera dioperasikan, menunggu hasil negosiasi ExxonMobil dengan Pertamina mengenai perpanjangan kontrak TAC.

Menanggapi hal itu, Mustiko mengatakan, uji coba produksi yang dilakukan di lapangan Sukowati tidak ada kaitannya sama sekali dengan proses negosiasi Pertamina-Exxon yang sedang dilakukan. Karena itu, produksi tidak bisa dihentikan. "Cuma masalahnya, memproduksinya yang baik, harus sesuai dengan reservoar manajemen konsep. Itu saja."

Sementara itu, pemerintah juga menginginkan agar lapangan Sukowati bisa segera berproduksi. Alasannya, volume produksi minyak mentah nasional belum memenuhi target Anggaran Pendapatan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) 2004. Meski tahun anggaran akan segera berakhir, pemerintah masih kekurangan minyak mentah sekitar 97 ribu barel per hari (bph) untuk mencapai target yang telah ditentukan.

Deputi Operasi Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas (BP Migas), Trijana Kartoatmodjo, mengatakan rata-rata volume produksi minyak semester pertama tahun ini hanya 1,048 bph, di bawah target APBN-P sebesar 1,072 juta bph.

Itu berarti, setiap harinya terjadi kekurangan produksi sekitar 24 ribu barel. Jika angka itu diakumulasikan selama setahun maka total kekurangan minyak mencapai 8,76 juta barel, yang harus dipenuhi pada sisa tahun anggaran ini (sekitar tiga bulan). Sehingga setiap harinya harus ada tambahan produksi minyak mentah sebesar 97 ribu barel per hari, di luar produksi rutin 1,072 juta.

Sejauh ini, lanjut Trijana, pemerintah belum berencana meningkatkan volume impor minyak dari luar negeri. BP Migas berharap bisa dilakukan optimalisasi produksi dari lapangan-lapangan migas yang ada. Selain itu, beberapa lapangan migas baru, termasuk lapangan Sukowati, diminta segera diproduksikan.

Retno Sulistyowati - Tempo

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Produksi Minyak Mentah Belum Penuhi Target APBN-P 2004
Pertamina Diminta Olah Limbah B3 di Balongan
Indonesia Kekurangan Tujuh Kargo LNG
Pemuda Riau Desak Kenaikan Dana Bagi Hasil Migas
Kapal Tanker Bocor, Minyak Mentah Genangi Perairan Cilacap
KPPU: Ada Indikasi Pelanggaran UU Dalam Penjualan Tanker Pertamina
Indonesia Usulkan Harga Minyak OPEC US $ 30 Per Barrel
Laksamana: SDM Indonesia Mampu Kelola Cepu
Pertamina Saving Invesment Kemungkinan Ditutup
Pertamina Kebocoran Dana Sekitar Rp 200 Miliar
> selengkapnya...


Referensi

UU RI No. 22 Tahun 2001 Tentang Migas

Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< September,2004>>
MSnSl RK JS
   01 02 03 04
05 06 07 08 09 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data