Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Ekonomi Bisnis

Harga Gabah Semua Kualitas Turun
Rabu, 01 September 2004 | 15:52 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Harga gabah petani pada bulan Agustus 2004 turun untuk semua kualitas dibanding Juli 2004. Harga gabah kering giling (GKG) turun 29,97 persen, gabah kering simpan (GKS) turun 5,77 persen, gabah kering panen (GKP) turun 0,23 persen, dan gabah kualitas rendah (GKR) turun 0,71 persen.

Laporan tersebut disampaikan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Choiril Maksum pada konferensi pers di kantornya Jakarta, Rabu (1/9).

Choiril menjelaskan, berdasarkan 794 observasi gabah di 17 provinsi pada Agustus 2004, harga gabah terendah ditingkat petani adalah sebesar Rp 900 per kilogram dijumpai di NTB dan Bali untuk GKP, sendangkan harga gabah tertinggi Rp 1.800 per kilogram dijumpai di Sumatera Utara untuk kualitas GKS.

Namun, Choiril menambahkan, persentase harga gabah di tingkat penggilingan yang di bawah harga pembelian pemerintah (HPP) naik dari 37,59 persen pada bulan Juli 2004 menjadi 50,07 persen pada bulan Agustus 2004. "Tapi, persentase gabah yang berkualitas rendah turun dari 12,50 persen (Juli) menjadi 8,19 persen pada bulan Agustus," ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Deputi Bidang Statistik Ekonomi BPS, Slamet Mukeno, mengatakan bahwa penyebab turunnya harga gabah petani tersebut tidak bisa ditentukan. "Karena penyebabnya variatif antardaerah," ujarnya memberi alasan.

Dari 729 observasi berkualitas GKG, GKS, dan GKP terdapat 50,07 persen kasus harga yang berada di bawah HPP. Kasus tersebut terdapat di 13 provinsi, yaitu Sumut, Sumbar, Lampung, Jabar, Jateng, Yogya, Jatim, Banten, Bali, NTB, Kalsel, Sulsel, Sultra.

Selain itu, ditemukan kasus di luar kelompok kualitas sebanyak 65 observasi (8,19 persen dari total observasi) di tujuh provinsi, yaitu Sumbar, Lampung, Jabar, Jateng, Jatim, Banten, dan NTB.

Rina Rachmawati - Tempo News Room

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

PDB Triwulan II Tumbuh 0,86 Persen
Ekspor Bulanan Indonesia di Atas US$ 5 Miliar
Kepala BPS Akan Diganti
Ekspor Mei 2004 US$ 5,50 Miliar
BPS: Jumlah Penduduk Miskin Turun
Pengaruh Minyak Pada Triwulan Kedua
PDB Triwulan I 2004 Tumbuh 3,54 Persen
Jutaan Pemilih di Medan Terancam Tak Bisa Memilih
Impor Februari 2004 Meningkat 5,36 Persen
2004, Nilai Ekspor Februari US $ 4,90 Milyar
> selengkapnya...


Website

Lembaga Informasi Negara


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< September,2004>>
MSnSl RK JS
   01 02 03 04
05 06 07 08 09 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data