|
Ekonomi dan Bisnis
Bank Panin Tegaskan Minatnya Terhadap Divestasi Bank Permata
Jum'at, 27 Agustus 2004 | 20:01 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta: Bank Panin menyatakan minatnya untuk mengikuti proses penjualan 51 persen saham pemerintah di Bank Permata. Bersama Australia and New Zealand Banking Group Limited, Bank Panin juga menjadi pimpinan dalam konsorsium. "Ini merupakan strategi jangka panjang Bank Panin untuk mengembangkan usaha menjadi bank ritel terkemuka di Indonesia," kata Wakil Direktur Utama Bank Panin, Roosniati Salihin dalam siaran pers yang diterima TNR, Jumat (27/8).
Menurut Rosniati, Bank Panin sudah melakukan inisiatif bisnis dan berhasil mengembangkan jaringan distribusi serta produk bank ritel. Sementara itu, Bank Permata memiliki basis nasabah dan distribusi ritel yang kuat. "Ini saling melengkapi dan meningkatkan sinergi usaha," katanya. Untuk itu, Bank Panin memasukkan permintaan mengikuti kualifikasi atau Request For Qualification (RFQ) kepada Perusahaan Pengelola Aset.
Saham Panin dimiliki oleh PT. Panin Life Tbk (41,98 persen), Votrant No 1103 PTY Limited (11,16 persen), Crystal Chain Holding Ltd (8,90 persen), Omnicourt Group Limited (8,85 persen) dan lainnya (29,02 persen). Pada 1999, Panin menjalin kerjasama dengan ANZ Banking Group Limited yang kemudian menjadi pemegang saham strategis Panin Ban, klewat Technical Service Agreement. ANZ juga mempunyai usaha patungan di ANZ Panin Bank.
Sampai semester pertama 2004, laba Bank Panin -sebelum pajak- mencapai Rp. 335 miliar, atau naik 52 persen dibandingkan semester pertama 2003 yang mencapai Rp. 220 miliar. Total aset bank ini mencapai Rp. 21,4 triliun dengan kredit sebesar Rp. 10,1 triliun, dan dana pihak ketiga mencapai Rp. 14,3 triliun.
Yandi MR - Tempo News Room
INDEKS BERITA LAINNYA :
|