Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Ekonomi dan Bisnis

Astra Siap Beli 71 Persen Permata
Selasa, 27 Juli 2004 | 19:50 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:PT Astra International Tbk menyatakan kesanggupannya menyediakan dana internal untuk membeli saham PT Bank Permata Tbk sampai 71 persen. Perusahaan pembiayaan yang bermitra dengan Standard Chartered Plc., (StanChart) ini menggunakan dana internal yang berasal dari laba yang ditahan. Rencananya masing-masing memperoleh porsi yang sama, 50-50, atas pembelian bank ini.

"Intinya kami dengan Stanchart 50-50. Jadi Kalaupun 51 persen yang dijual, kami selalu siap dengan 51 persen. Sampai 71 persen pun kami akan sanggup. Harganya berapa ya tidak tahu," kata Direktur Utama Astra, Budi Setiadharma di gedung Bursa Efek Jakarta (BEJ), Selasa (27/7).

Budi tidak menyebut anggaran yang disediakannya. Namun, tambahnya, Astra akan mengkaji kelayakan harga Permata. "Tentunya kami mempunyai ancer-ancer harga bank Permata itu pantasnya berapa. Tapi nilainya itu rahasia," kata dia.

Seperti diketahui, Perusahaan Pengelola Aset (PPA) menetapkan harga jual Permata mencapai 1,5 sampai 1,8 kali nilai buku. Astra dan StanChart, lanjutnya, masih akan mengkaji nilai buku itu. "Kalau itu 1,8 pantas dan wajar, kami bid (tawar). Tapi kalau merasa 1,8 terlalu mahal buat Permata ya kami tidak berani bid sampai segitu," kata Budi.

Menurutnya kelayakan harga ini bisa dihubungkan dengan prospek bisnis Permata. "Rencana bisnisnya seperti apa, investasi ini return-nya berapa lama, jangka panjang atau menengah. Dari situ kami akan menilai dan akan melakukan penawaran dengan nilai sekian," katanya.

Yandi MR - Tempo News Room

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Pemprov Kaltim Tuding Menteri ESDM Mengacaukan Divestasi
Pemda Kaltim Tuding Menteri ESDM Bertanggung Jawab Soal KPC
Perusda Kaltim Gugat KPC dan Bupati Kutai Timur
Komisaris Minta Permata Dijual Melalui Pasar Modal


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< July,2004>>
MSnSl RK JS
    01 02 03
04 05 06 07 08 09 10
11 12 13 14 15 16 17
18 19 20 21 22 23 24
25 26 27 28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data