Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Ekonomi dan Bisnis

SulSel Akan Jadi Sentra Produsen Ikan Nasional
Minggu, 18 Juli 2004 | 13:59 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Sulawesi Selatan akan dicanangkan kembali menjadi sentra produsen ikan nasional, Agustus 2004 mendatang. Hal tersebut disampaikan Menteri Kelautan dan Perikanan, Rokhmin Dahuri, kepada Wartawan, Sabtu (17/7) di Cibogo, Puncak, Bogor.


?Kita punya tambak udang nasional tapi hanya Sulawesi Selatan yang punya satuan tugas (satgas) tambak,? katanya. Satgas tambak di Sulawesi Selatan tambahnya, merupakan satgas tambak yang paling solid dan berhasil. ?Ekspor Indonesia sebagian besar dari udang,?ujarnya.

Rencana ini disambut semangat oleh Gubernur dan Bupati di Sulawesi Selatan termasuk kalangan akademik Universitas Hasanuddin, dan asosiasi petambak udang yang rencananya juga akan diresmikan Rokhmin. Mereka berharap strategi ini merupakan solusi jangka panjang memecahkan permasalahan udang.

Dahuri juga berencana menjadikan pantai utara Jawa (pantura) sebagai sentra produsen ikan nasional.

Berdasarkan data dari direktorat jenderal perikanan, peningkatan kapasitas kelembagaan dan pemasaran, ekspor udang Sulawesi Selatan bulan Januari 2004 mencapai kapasitas 540,78 ton dengan nilai US$ 4.537,27 ribu. Sementara Riau hanya 11,24 ton dengan nilai US$ 58,57 ribu dan Jawa Tengah 276,41 ton dengan nilai US$ 1.502,47 ribu.

Februari 2004, ekspor udang Riau 9,60 ton dengan nilai US$ 18,00, Sulawesi Selatan 443,46 ton dengan nilai US$ 3.482,22 ribu dan Bali 6,07 ton dengan nilai US$ 54,66 ribu.

Sementara realisasi pembangunan dan rehabilitasi saluran tambak tahun 1999-2003,Sulawesi Selatan menempati posisi teratas dibanding propinsi lainnya dengan luas layanan saluran 14.954,00 hektar atau mencapai 35,87 persen dari total nasional.

Badriah ? Tempo News Room


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

RUU Perkebunan Disahkan
Tahun 2004, Tahun Padi Internasional
Dua Ribu Hektar Lahan Tambak Indramayu Hilang
Ribuan Hektar Sawah di Subang Tidak Bisa Ditanami Padi Gadu
Ribuan Hektar Tanaman Pangan Dilanda Kekeringan
Petani Minta Pemerintah Cabut Subsidi Pupuk
Ribuan petani Unjuk Rasa di Istana
Sudirman-DPR Macet
Ribuan Petani Tolak RUU Perkebunan
GPMT Usahakan Kestabilan Harga Pakan Ternak
> selengkapnya...


Referensi

PP RI No. 14 Tahun 2004 Tentang Syariat dan Tata Cara Pengalihan Perlindungan Varietas Tanaman dan Penggunaan Varietas Yang Di Lindungi Oleh Pemerintah
PP RI No. 13 Tahun 2004 Tentang Penanaman, Pendapatan dan Penggunaan Varietas Asal Untuk Pembuatan Varietas Turunan Esensial
PP RI No.1 Thn.1980 Tentang Ketentuan Penanaman Papaver, Koka, Dan Ganja
> selengkapnya...

Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< July,2004>>
MSnSl RK JS
    01 02 03
04 05 06 07 08 09 10
11 12 13 14 15 16 17
18 19 20 21 22 23 24
25 26 27 28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data