Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Ekonomi dan Bisnis

Rupiah Melemah, Pertekstilan Untung
Minggu, 13 Juni 2004 | 15:15 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika tidak selamanya berarti buruk. Justru dengan naiknya kurs dolar Amerika terhadap rupiah mengakibatkan industri tekstil dalam negeri mengalami keuntungan. "Kita justru untung karena kita ekspor tekstil," kata Ketua Umum Asosiasi Pertekstilan Indonesia Benny Sutrisno kepada Tempo News Room saat dihubungi lewat telepon selulernya, Minggu (13/6).

Menurutnya, apresiasi nilai dolar Amerika terhadap mata uang rupiah berarti pada peningkatan kompetitif eksport tekstil dan produksi tekstil (TPT) dan juga penerimaan hasil ekspor dalam nilai rupiah juga meningkat. "Berarti masukan pajak penghasilan terhadap perusahaan juga ikut meningkat," katanya.

Namun dia mengakui, dengan melemahnya rupiah yang menaikkan harga TPT tadi membuat daya beli masarakat menurun. Kondisi ini, menurutnya akan terus berlangsung selama situasi belum stabil. Baik sisi ekonomi maupun politik. Menurutnya, ini akan terus berjalan paling tidak sampai terselenggaranya pemilihan presiden pada 5 Juli nanti.

Benny mengatakan walau daya beli masarakat turun dan berakibat kurangnya pemasukan dari perdagangan dalam negeri, industri pertekstilan masih mengalami keuntungan. Hal in lantaran nilai ekspor yang masuk jauh lebih besar yaitu dua pertiga dari seluruh produksi dari pada hasil perdagangan dalam negeri. "Industri hanya menyuplai sepertiga hasil produksinya ke dalam negeri," kata Benny. Sehingga rendahnya pemasukan dalam negeri bisa tertutupi dari nilai ekspor yang masuk.

Muchamad Nafi – Tempo News Room

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Terbukti Politik Uang, Caleg PDIP Denda Rp.1 Juta
Pemerintah Siap Fasilitasi Distribution Center
BPEN: Ekspor Peralatan Rumah Tangga Rendah
Pemerintah Tetap Larang Eksport Pasir Laut
Gapki: Ekspor CPO Indonesia Diprediksi Menurun
Bea Cukai Curigai Dua Importir Daging Ilegal
Peluang TPT di Pasar Uni Eropa Terbuka
Rupiah Melemah, Pengusaha Retail Naikkan Harga
Presiden: Industri Tekstil Harus Perhatikan HAKI
Presiden Optimis Industri Tekstil Tingkatkan Devisa
> selengkapnya...


Referensi

Kronologi Larangan Ekspor Pasir Laut
Keppres RI No. 7 Tahun 2004 Tentang Pengesahan Persetujuan Antara RI dan Republik Portugal Untuk Penghindaran Pajak Berganda dan Pencegahan Pengelakan Pajak Yang Berkenaan Dengan Pajak Atas Penghasilan Beserta Protokol
Kepres RI No. 87 Thn.2003 Tentang Tim Nasional Peningkatan Ekspor Dan Peningkatan Investasi
Keppres RI No. 40 Tahun 1999 Tentang Dewan Pembina Industri Strategis
> selengkapnya...

Komentar Anda
-
Kirim
-
Baca [1]


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< June,2004>>
MSnSl RK JS
  01 02 03 04 05
06 07 08 09 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data