Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Ekonomi dan Bisnis

Komisaris Mandiri Setujui Hapus Tagih
Jum'at, 14 Mei 2004 | 18:24 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Komisaris PT Bank Mandiri Tbk menyetujui rencana penghapustagihan piutang pokok macet dihapusbukukan, maksimal Rp. 2 triliun.

"Kalau secara hukum kuat maka kami akan setuju. Itu kan sudah disetujui Rapat Umum Pemegang Saham," kata Komisaris Utama Bank Mandiri, Binhadi sebelum memenuhi panggilan Panitia Kerja Komisi Pertahanan DPR, di gedung MPR/DPR, Jakarta, Jumat (14/5).

Komisaris bersama direksi, kata Binhadi, bersama-sama mengajukan usulan ini dalam rapat. "Kalau sudah mengajukan sama-sama, secara prinsip kita juga ingin melakukan. Hanya kami perlu landasan yang kuat," kata dia.

Saat ini, kata dia, beberapa penasehat hukum masih melakukan kajian hukum atas rencana hapus tagih ini. Menurutnya kajian ini memerlukan pendalaman sehingga waktunya sulit ditentukan. "Sebagai bank pemerintah kan kami harus berhati-hati. Jangan sampai kebijakan sekarang ada masalah hukum nanti," kata dia.

Dalam RUPS yang digelar September tahun lalu, disepakati adanya penghapustagihan piutang pokok macet yang telah dihapusbukukan, maksimal Rp 2 triliun. Angka ini sekitar 10 persen dari saldo piutang pokok macet yang telah dihapusbukukan, yang jumlah totalnya mencapai Rp 20,041 triliun.

Kredit-kredit itu merupakan peninggalan dari empat bank hasil merger yang sekarang menjadi Bank Mandiri, yaitu Bank Dagang Negara, Bank Bumi Daya, Bank Exim dan Bapindo pada 1998. Kredit yang dihapus ini terbagi dalam dua kategori kredit yaitu, diatas Rp 5 miliar sekitar 100 nasabah dan dibawah Rp 5 miliar sebanyak 11 ribu nasabah.

Tahap pertama Mandiri akan menghapus tagih kredit macet senilai Rp 1,65 triliun. Sementara, jumlah potensi kredit macetnya mencapai Rp 3,3 triliun sehingga tingkat pengembaliannya sekitar 50 persen. Secara kumulatif, kata Binhadi, hapus buku ini akan mempengaruhi modal meski tidak signifikan. Menurutnya Mandiri mempunyai dana cadangan atas potensi kredit macet ini. "Bukunya juga akan lebih baik," kata dia.

Menurutnya program hapus tagih ini masih bisa terus berlanjut pada sisa kredit macet yang sudah dihapusbukukan. "Karena ini pertama kali maka harus hati-hati. Mudah-mudahan kalau dapat pegangan yang lebih jelas bisa lebih lancar," kata dia.

Sebelumnya, Direktur Utama Bank Mandiri, E.C.W. Neloe, mengharapkan program pertama hapus buku ini selesai selesai November ini. Sesuai kesepakatan rapat untuk hapus buku maksimal Rp 2 triliun, maka sisa program lanjutannya sekitar Rp 350 miliar. Mekanisme pelaksanaan hapus tagih ini tetap menggunakan mekanisme RUPS.

Yandi MR – Tempo News Room

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

BI Belum Akan Intervensi Rupiah
Bupati Buton Ancam Tutup PT SAKA
BCA Akan Lakukan Technical Assistance Terhadap BPR Syariah
BCA Raup Keuntungan Rp 2,4 Triliun
BI Minta Penggabungan BNI Terbuka
Soal Divestasi Mandiri, Pemerintah Tunggu DPR
Pemerintah Jual Saham PT Pembangunan Perumahan
BI: Bank Lebih Baik Dikuasai Asing
Meneg BUMN Persilakan Bapepam Periksa Kasus BII
Pemerintah Minta PT DI Likuidasi Unit Tidak Ekonomis
> selengkapnya...


Referensi

Profil Burhanuddin Abdullah
Status Pengutang BPPN
Latar Belakang Perusahaan Pengelola Aset Negara (PPA)
PP RI No.61 Thn. 2003 Tentang Perubahan Atas PP No.7 Thn.2003 Tentang Pendirian Perusahaan Umum (PERUM) BULOG
Kepres RI nomor 122 Tahun 2001 Tentang Tunjangan Tim Kebijakan Privatisasi BUMN
kepres nomor 24 tahun 2001 tentang tim konsultasi BUMN
> selengkapnya...

Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< May,2004>>
MSnSl RK JS
      01
02 03 04 05 06 07 08
09 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data