|
Ekonomi dan Bisnis
Pendapatan PT. Tempo Inti Media Naik
27 April 2004
TEMPO Interaktif, Jakarta: PT. Tempo Inti Media (TIM) Tbk mengadakan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS), di Jakarta, Selasa (27/4). Dalam RUPS, Direktur Utama PT. TIM, Leonardo Kusen memaparkan, selama 2003 pendapatan PT. TIM naik 29 persen dari tahun sebelumnya seiring dengan kenaikan laba kotor yang mencapai 26 persen.
Pada 2003, pendapatan usaha PT. TIM mencapai Rp. 110,17 miliar, naik dari Rp. 85,66 miliar pada 2002. Sementara itu, laba kotor 2003 mencapai Rp. 37,75 miliar dari Rp. 29,84 miliar pada 2002. Tentu saja angka itu didapat setelah dikurangi harga pokok penjualan sebesar Rp. 72,42 pada 2003 dan Rp. 55,82 miliar pada 2002. "Perseroan masih merugi sebesar Rp. 10,1 miliar," kata Leonardo.
Kerugian 2003 itu, kata Leo, disebabkan karena hasil penjualan iklan Koran Tempo belum mencapai target seperti yang direncanakan. "Walau sudah ada kenaikan sebesar 47 persen," kata Leo. Target penjualan hasil usaha cetakan kepada pihak non afiliasi juga belum tercapai, walau juga sudah ada peningkatan sebesar 120 persen.
Leo sendiri belum bisa menargetkan laba atau pendapatan untuk 2004, karena adanya beberapa faktor yang masih belum selesai. Salah satu faktor itu adalah kasus gugatan Tomy Winata yang jika kalah, perusahaan harus membayar lebih besar dari laba yang dicapai. "Tapi, direksi akan terus meningkatkan kinerja, seperti triwulan pertama tahun ini, sudah ada peningkatan," katanya.
Kerugian itu membuat PT. TIM tidak mengadakan pembagian deviden. Soal bonus prestasi dan kenaikan gaji karyawan, menurut Leo, sudah terbentuk tim penilai yang diketuai Toriq Hadad. "Kenaikan gaji akan dilaksanakan mulai Juli 2004. Tapi itu belum pasti," kata Leo. Ketidakpastian itu tentu saja menunggu perkembangan kinerja perusahaan yang lebih membaik.
Muchamad Nafi - Tempo News Room
|