|
Ekbis
Investor Hasil Tender Tol Jakarta-Cirebon Diusulkan Dicabut
25 Pebruari 2004
TEMPO Interaktif, Jakarta: PT Jasa Marga (Persero) mengusulkan kepada Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah untuk mencabut rencana tiga investor hasil tender yang akan membiayai ruas tol Jakarta-Cirebon sepanjang 114 kilometer dengan lebar 70 meter. Mereka adalah PT Bukaka Teknik Utama / BTU, pemenang cadangan I untuk ruas Cikampek-Subang; PT Bhaskara Lokabuana / BL, untuk ruas Subang-Dawuan dan Van der Horst Ltd / VDH, untuk ruas Dawuan-Palimanan. Alasannya, ketiga investor tersebut tidak kompeten meneruskan pembiayaan bagian tol trans Jawa itu.
"Nantinya akan dilakukan tender ulang untuk para investor, termasuk para investor asing," kata Direktur Utama Jasa Marga Syarifuddin Alambai di Jakarta, Rabu (25/2). Berdasarkan usulan lain operator tol pelat merah tersebut, penerusan ruas tol ini akan dikerjakan sendiri oleh perusahaan itu guna mempercepat pembangunan jalan tol trans Jawa.
Catatan pihak Jasa Marga, sebetulnya pemenang tender itu adalah PT Concord Benefit Enterprise. Namun tendernya dibatalkan sehubungan dengan kondisi keuangan perusahaan investor yang pailit. Rencanya pengalihan pengelolaan tol diberikan kepada PT Bukaka Teknik Utama, pemenang cadangan I untuk ruas Cikampek-Subang, yang diperkuat surat Menkimpraswil, 13 Oktober 2003 lalu.
Menindaklanjuti surat Menkimpraswil tanggal 13 Oktober 2003, pada 12 November 2003 Jasa Marga telah meembahas penerusan proyek dengan pihak investor itu untuk seluruh ruas tol Jakarta-Cikampek ini. Kesepakatan yang dihasilkan saat itu, perlu evaluasi ulang dalam hal kemampuan investor mendanai proyek. Para investor akan menyerahkan dokumen legal dan keuangan untuk evaluasi ulang ini, paling lambat 19 Desember 2003.
Sampai batas waktu tanggal 16 Januari 2004 --setelah perpanjangan sekitar satu bulan dari 19 Desember 2003--, hanya PT BTU yang menyerahkan dokumen legal dan keuangan lengkap. Sedagkan PT BL hanya menyerahkan akte perusahaan dan VDH tidak menyerahkan apapun.
Berdasarkan hasil kajian pihak Jasa Marga, PT BTU selaku pemenang cadangan I tidak mempunyai kemampuan untuk mendanai penerusan proyek. Pada 6 Februari 2004, Jasa Marga mengusulkan kepada Menkimpraswil untuk mencabut tiga investor sebagai pemenang tender dan tidak memberikan kesempatan kepada pemenang cadangan, karena diragukan kemampuannya.
Sebetulnya, tender ruas tol itu sendiri telah dilakukan sudah sejak lama. Menurut keterangan Sekretaris Perusahaan Jasa Marga Hengki Herwanto, tender investor telah dilakukan sekitar 1995. Tapi dia tidak menjelaskan keterlambatan pembangunan ruas tol itu.
Tol Jakarta-Bandung (Cipularang)
Sementara itu, hasil penyaringan tender investor untuk ruas tol Jakarta-Bandung (Cikampek-Purwakarta-Padalarang / Cipularang) yang dilakukan beberapa waktu lalu, ada 53 calon investor yang telah ikut pendaftaran tender. "Nantinya akan disaring menjadi sekitar 9 kontraktor yang akan membiayai pembangunan ruas tol yang dibagi menjadi 9 paket ini," demikian dikatakan Direktur Pengembangan dan Niaga PT Jasa Marga, Frans S. Suseno pada kesempatan terpisah.
Rencananya, kata Frans, pembangunan ruas tol itu ditargetkan selesai sebelum peringatan 50 tahun Konferensi Asia Afrika (KAA) di Bandung Mei 2005. jalan tol baru itu, akan digunakan anggota negara peserta peringatan KAA. "Pola pembiyaannya Contraktor Pre Financing," katanya.
Untuk mengkoordinir 9 kontraktor yang jadi nantinya, pihak perusahaan telah menunjuk sebuah manajemen kontraktor (semacam konsultan manajemen), yakni PT Parama yang akan bekerja sama dengan perusahaan konsultan asal Australia, SMEC.
Menurut Frans, penunjukkan perusahaan konsultan itu dilakukan oleh karena pengerjaan ruas tol itu dikerjakan dalam waktu yang sangat singkat, yakni sekitar satu tahun mulai April 2004 hingga Mei 2005. "Kemungkinan pengumuman hasil tendernya tanggal 18 Maret mendatang," katanya.
Danto - Tempo News Room
|