Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Ekonomi Bisnis

Eksportir Udang Jawa Barat Beli Pesawat Cessna
22 Pebruari 2004

TEMPO Interaktif, Bandung: Perusahaan pengekspor udang dan hasil laut di Kecamatan Pangandaran Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, akan menandatangani pembelian 2 buah pesawat terbang Cessna di Singapura, Senin (23/2). Pesawat ini untuk mengimbangi terus meningkatnya volume eskpor perusahaannya.

Presiden Direktur PT ASI Pudjiastuti, Susi Pudjiastuti, mengatakan, pesawat yang dipesan itu adalah jenis Grand Caravan single engine. Harganya US$ 1,85 juta per pesawat. Kedua pesawat berkapasitas 1,5 ton itu akan tiba di Pangandaran secara bertahap pada bulan Juli dan November 2004. "Rencananya kami akan membeli 10 pesawat. 5 untuk di Jawa, 2 di Sumatera, 2 di Sulawesi dan 1 di Maluku," katanya kepada Tempo News Room, Sabtu (21/2).

Sebelumnya, Susi pernah melakukan penjajagan pembelian pesawat dari PT Dirgantara Indonesia. Namun jenis yang diinginkan, yakni pesawat single engine dan bisa mendarat di lapangan rumput, tidak tersedia. Saat itu, PT Dirgantara menawarkan NC-212. Tapi karena mesinnya ganda sehingga dinilai tidak efisien. Selain itu, pesawat jenis tersebut tidak bisa mendarat di lapangan rumput.

Menanggapi pembelian pesawat dari luar yang dilakukan PT ASI Pudjiastuti, Direktur Utama PT Dirgantara Edwin Soedarmo berkomentar, "Kebutuhan Ibu Susi selanjutnya bisa dipenuhi oleh PT Dirgantara dengan pesawat N-219."

Pembelian pesawat ini, kata Susi, mengingat volume ekspor perusahaannya terus meningkat. Saat ini setiap bulan perusahaannya mampu mengekspor hasil laut ke beberapa negara di Asia, Eropa dan Amerika, antara 50 sampai 60 ton. Bahkan sejak merebaknya isu daging sapi gila dan flu burung di dunia terutama di Asia, ekspor udang dan ikan naik sampai 80 ton perbulan dengan nilai US$ 400 sampai 500 juta.

Untuk memenuhi kebutuhan pasar, PT ASI Pudjiastuti harus mendatangkan ikan dan udang dari daerah lain seperti dari Jawa Tengah, Jawa Tinur, Sumatera, Sulawesi dan kepulauan Maluku dengan kondisi yang masih segar. Untuk mendapatkan hasil laut yang segar itulah, kebutuhan untuk memiliki transportasi udara sendiri menjadi kebutuhan mendesak.

Selama ini pengambilan ikan dari daerah lain di pulau Jawa dilakukan dengan menggunakan transportasi darat.
Demikian juga pengiriman ke Bandara Cengkareng, Jakarta. Sehingga hampir 90 persen ikan atau udang yang diekspor dibekukan. Sedangkan dari Sumatera pengangkutan dilakukan dengan pesawat carter. Namun kendalanya ketersediaan pesawat carter tidak bisa sesuai kebutuhan. Dengan memiliki pesawat sendiri, kata Susi, pengiriman ikan segar bisa lebih banyak.

Selain melengkapi alat transportasi udara, saat ini PT ASI juga menjajaki untuk melengkapi alat transportasinya dengan kapal ferry eks Norwegia. Kapal berkapasitas 200 ton itu akan diset menjadi pabrik terapung. Kapal berharga USD $ 7 juta itu rencananya akan dioperasikan dengan sistem kerja sama operasi (KSO) dengan Norwegia dengan sistim bagi hasil; 60 persen untuk PT ASI dan 40 persen untuk Pemerintah Norwegia.

"Tapi jika persyaratan mereka rumit, akan saya beli saja dengan dana pinjaman dari bank," kata pengusaha asli Pangandaran, Jawa Barat ini. Pabrik terapung, kata ibu 3 orang putra putri itu, rencananya akan dioperasikan di Pulau Tanimba atau lebih dikenal dengan Pulau Yamdena, Maluku, untuk menampung hasil tangkapan 200 sampai 300 nelayan setempat. Hasilnya langsung akan di ekspor ke Darwin, Australia.

Rinny Srihartini - Tempo News Room

Kirim Komentar   | Baca Komentar

 

 

dibuat oleh danendro : Radja
Berita Terkait

 
Berita ekbis Lainnya

Pinjaman Tertunda Diperkirakan US$ 100 Juta
(Rabu, 28/04/2004 | 19:19 WIB)
Dirut BRI: Perbankan Komit Bantu Usaha Kecil
(Rabu, 28/04/2004 | 15:43 WIB)
Deptan: Perlu Dibentuk Dewan Ayam
(Rabu, 28/04/2004 | 15:28 WIB)
Ratusan Peternak Demo Kenaikan Harga Pakan
(Rabu, 28/04/2004 | 14:45 WIB)
Dana Bagi Pengusaha Mikro Sudah Cair
(Rabu, 28/04/2004 | 14:09 WIB)
Menko Ekuin : Dana Kemiskinan Mencapai Rp 18 Triliun
(Rabu, 28/04/2004 | 13:46 WIB)
PNM Salurkan Dana Pembiayaan UKM Rp 4 Triliun
(Rabu, 28/04/2004 | 10:39 WIB)
Pendapatan PT. Tempo Inti Media Naik
(Selasa, 27/04/2004 | 19:33 WIB)
Prudential Khawatirkan Nasib Nasabah
(Selasa, 27/04/2004 | 19:06 WIB)
Harga Minyak Mentah Diusulkan US$ 22-25
(Selasa, 27/04/2004 | 13:19 WIB)

Index Berita





 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data