Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Ekonomi Bisnis

Laksamana: Bank Mandiri Bisa Beli Saham BNI
05 Pebruari 2004

TEMPO Interaktif, Jakarta:Menteri Negara BUMN Laksamana Sukardi mengatakan Direksi Bank Mandiri bisa saja ikut terlibat dalam penawaran dan pembelian saham Bank Negara Indonesia.

"Kemungkinan ada, tergantung kriteria Bank Mandiri. Apakah perlu meningkatkan modalnya lagi untuk itu," kata Laksamana sebelum mengikuti rapat kerja dengan Komisi Keuangan dan Perbankan DPR di Gedung DPR/MPR, Jakarta, Kamis (5/2).

Menurutnya, pemerintah masih akan mendiskusikan kekurangan dan kelebihan pengambilalihan BNI kepada pihak swasta. "Semuanya masih kita bahas karena kita tidak mau mengambil kesimpulan terlalu cepat," ujarnya.

Pemerintah, lanjut Laksamana, masih mengkaji dan akan melakukan konsolidasi dengan Bank Mandiri ataupun mengundang bank besar lain.

Menurutnya, divestasi BNI ini dalam rangka meningkatkan kemampuan perbankan Indonesia di tingkat internasional. "Jadi, siapapun yang memerintah kita ingin meyakinkan investor bahwa perekonomian kita tidak kolaps lagi. Perbankan kita harus kuat. Kalau perbankan lemah itu rawan sekali," katanya.

Terkait dengan Arsitektur Perbankan Indonesia, Laksamana mengatakan, bank-bank di Indonesia masih mengalami kesulitan untuk menambah modal. Untuk itu, tambahnya, perlu adanya peningkatan modal dan mobilisasi dana untuk perbankan. "Sekaligus memperkuat struktur perbankan Indonesia," katanya.

Sebelumnya, jajaran direksi dan komisaris Bank Mandiri meminta izin kepada Komisi Keuangan dan Perbankan untuk ikut serta dalam penawaran saham Bank BNI. Permintaan ini, kata dia, atas dasar keinginan untuk membentuk sebuah bank yang bertaraf internasional.

"Jadi, permintaan Mandiri untuk ikut bid dimungkinkan dan terbuka. Saya tidak ada masalah. Tapi, konsep dan pendanaan mereka (Mandiri) seperti apa harus diperjelas," kata Laksamana.

Yandi MR - Tempo News Room

Kirim Komentar   | Baca Komentar

 

 

dibuat oleh danendro : Radja
Berita Terkait

Pemerintah Diminta Pertimbangkan Masalah Divestasi BNI
Dua Tersangka Pembobol BNI Diserahkan ke Kejaksaan
Maria Pauline Bukan Tersangka Utama Kasus BNI
Polisi Serahkan Dua Berkas Kasus BNI ke Kejaksaan
Polisi Sita Aset Pembobol BNI di Sulut

 
Berita ekbis Lainnya

Pinjaman Tertunda Diperkirakan US$ 100 Juta
(Rabu, 28/04/2004 | 19:19 WIB)
Dirut BRI: Perbankan Komit Bantu Usaha Kecil
(Rabu, 28/04/2004 | 15:43 WIB)
Deptan: Perlu Dibentuk Dewan Ayam
(Rabu, 28/04/2004 | 15:28 WIB)
Ratusan Peternak Demo Kenaikan Harga Pakan
(Rabu, 28/04/2004 | 14:45 WIB)
Dana Bagi Pengusaha Mikro Sudah Cair
(Rabu, 28/04/2004 | 14:09 WIB)
Menko Ekuin : Dana Kemiskinan Mencapai Rp 18 Triliun
(Rabu, 28/04/2004 | 13:46 WIB)
PNM Salurkan Dana Pembiayaan UKM Rp 4 Triliun
(Rabu, 28/04/2004 | 10:39 WIB)
Pendapatan PT. Tempo Inti Media Naik
(Selasa, 27/04/2004 | 19:33 WIB)
Prudential Khawatirkan Nasib Nasabah
(Selasa, 27/04/2004 | 19:06 WIB)
Harga Minyak Mentah Diusulkan US$ 22-25
(Selasa, 27/04/2004 | 13:19 WIB)

Index Berita





 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data