|
Ekonomi Bisnis
Kilang Balongan Mulai Normal Besok
04 Pebruari 2004
TEMPO Interaktif, Jakarta:Kilang Minyak Balongan, Jawa Barat, akan beroperasi normal mulai besok. Kilang ini telah beroperasi kembali kemarin, atau sehari lebih cepat dari waktu yang dijadwalkan, dengan tingkat produksi 70 persen.
"Kemarin sore RCC sudah mulai on stream, dan hari ini sudah mulai kembali produksi," kata juru bicara PT Pertamina (Persero), Hanung Budya Yuktyanta, di Jakarta, Rabu (4/2).
Menurut Hanung, produksi minyak Balongan saat ini belum maksimal, sekitar 87 ribu barel per hari, padahal kapasitas kilang mencapai 125 ribu barel per hari.
Hanung memastikan produksi minyak akan terus meningkat dan kembali normal seperti biasa. Untuk normal kembali, diperkirakan membutuhkan waktu dua atau tiga hari lagi. "Jadi tidak ada lagi hal-hal yang perlu dikhawatirkan."
Seperti diberitakan, unit Residue Catalystic Cracker (RCC) Kilang Balongan mengalami kerusakan sejak 21 Januari lalu. Akibatnya, Pertamina harus menghentikan unit tersebut, sehingga produksi minyak berkurang menjadi 70 persen dari kapasitas normal. Untuk memperbaiki, diperkirakan membutuhkan waktu sekitar dua minggu.
Akibat kerusakan itu, kelangkaan elpiji dan minyak tanah terjadi di beberapa wilayah. Di Jakarta, masyarakat mengeluh karena sulit mendapatkan elpiji yang biasanya banyak ditemui di agen-agen. Demikian pula dengan minyak tanah.
Padahal, Pertamina sudah mengimpor beberapa kargo elpiji untuk mengatasi kelangkaan tersebut. "Mulai hari minggu kargo sudah masuk," kata Hanung. Masih terjadinya kelangkaan, kata dia, dikarenakan masalah distribusi.
Hanung memastikan, mulai hari ini distribusi sudah normal kembali. Pertamina, lanjutnya, telah bekerja dengan kapasitas maksimal.
Pertamina, katanya, akan memenuhi kebutuhan elpiji untuk wilayah Jakarta dan sekitarnya sebesar 1.300 ton. "Stok kami di Tanjung Priok cukup banyak, sekitar 6.000 ton, dan akan dipertahankan pada posisi itu untuk menjaga keamanan pasokan Jakarta," katanya.
Pertamina juga masih memiliki beberapa kargo hasil pembelian dari pasar spot Singapura.
Retno Sulistyowati - Tempo News Room
|