|
Ekonomi Bisnis
Kelangkaan Elpiji Karena Keterlambatan Kapal
02 Pebruari 2004
TEMPO Interaktif, Jakarta:Kelangkaan elpiji yang sekarang ini terjadi di masyarakat disebabkan karena keterlambatan kedatangan kapal pengangkut elpiji dari Singapura. Demikian dikatakan Manajer Humas PT Pertamina, Hanung Budya, kepada Tempo News Room Minggu (1/2).
Hanung mengakui selama liburan ini stok elpiji agak terbatas. Namun, katanya, pada hari libur seperti sekarang ini pengambilan konsumen atas elpiji juga meningkat. "Mereka akan mengambil gas elpiji sampai dua tabung," katanya.
Hanung menambahkan, stok elpiji di dealer biasanya juga ditingkatkan dua kali lipat pada hari libur. "Jadi sebenarnya tidak terjadi kelangkaan elpiji," ujarnya. Karena, menurutnya, jumlah tangki dan suplai juga cukup.
Kemarin kapal dari Singapura mengangkut gas elpiji impor sebanyak 3.000 matrik ton telah sampai ke pelabuhan, sedangkan hari ini rencananya juga akan datang cargo dari Singapura lagi yang mengangkut 3.150 matrik ton gas elpiji. "Selain itu juga akan datang gas elpiji dari Plaju sebanyak 1.350 matrik ton," katanya.
Dengan adanya stok elpiji sebanyak 4.500 matrik ton, Pertamina menjamin tidak akan ada kelangkaan elpiji, karena kebutuhan gas elpiji setiap harinya hanya 1.300 matrik ton.
Impor gas elpiji sekarang ini juga dilakukan secara insidental karena Kilang Minyak Balongan terhenti operasinya. "Jika Kilang Minyak Balongan nanti beroperasi kembali, impor akan dihentikan," ujarnya.
Maria Ulfah - Tempo News Room
|