|
Ekonomi Bisnis
Deptan: Penanggulangan Flu Burung Sesuai OIE
30 Januari 2004
TEMPO Interaktif, Jakarta:Sekretaris Jenderal Departemen Pertanian Memed Gunawan mengatakan penanggulangan wabah flu burung di Indonesia mengikuti aturan yang ditetapkan Organisasi Kesehatan Hewan Dunia (OIE).
“Sesuai langkah-langkah yang dianjurkan OIE,” kata Memed kepada Tempo News Room ketika ditemui di ruang kerjanya, Jumat (30/1) siang.
Menurutnya, langkah penanggulangan yang ditempuh Indonesia juga sesuai dengan kesepakatan yang tertuang dalam pertemuan tingkat menteri di Bangkok, Thailand, (28/1). Saat itu hadir negara-negara ASEAN, Jepang, Hongkong, Taiwan, Uni Eropa, Amerika Serikat. Juga hadir Organisasi Kesehatan Hewan Dunia (OIE), Organisasi Pangan dan Agrikultur (FAO), dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
Tiap-tiap negara, kata Memed, melakukan penanggulangan yang disesuaikan dengan kondisi wabah. “Tidak mengikuti pola yang sama,” ujarnya.
Untuk Indonesia, tambahnya, saat ini adalah stamping out selektif, yaitu pemusnahan hewan terutama di daerah-daerah sekitar kandang.
Memed menyebutkan alasan dilakukannya pemusnahan selektif tersebut antara lain karena pendanaan, dampak kerugian yang diderita masyarakat, dan kontak antarunggas.
Mengenai terhambatnya impor vaksin dari Cina dan Belanda, Memed mengatakan perlu koordinasi dengan departemen terkait dan pemerintah setempat (yang terkena wabah flu burung). “Pasti ada masalah,” katanya. Untuk itu, katanya, diperlukan kerja sama untuk mengatasi persoalan yang terjadi.
Namun, menurut Memed, langkah-langkah operasional diserahkan kepada BioFarma untuk menyelesaikan persoalan keuangan. Ia menekankan, saat ini Deptan sedang berupaya untuk menetapkan subtipe yang tepat terhadap virus avian influenza (AI) di Indonesia. “Kita harus impor vaksin yang strainnya (subtipenya) sesuai betul,” ujarnya.
Mengenai informasi total kematian ayam saat ini yang mencapai 20 juta ekor, Memed mengaku tidak mengetahuinya. “Saya sebenarnya tidak tahu informasi secara jelas, tanyakan pada Dirjen Peternakan,” ujarnya.
Martha W Silaban - Tempo News Room
|