Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Ekonomi Bisnis

Lonjakan Indeks Terindikasi Money Laundering
30 Januari 2004

TEMPO Interaktif, Jakarta:Lonjakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Jakarta (BEJ) yang melejit ke level 753,692 pada pekan pertama awal bulan Januari terindikasi masuknya dana hasil pencucian uang.

"Laporannya sedang dikaji," kata Kepala Pusat Pelaporan dan Analisa Transaksi Keuangan (PPATK) Yunus Husein di Jakarta, Jumat (30/1).

Menurut Yunus, indikasi itu kemungkinan disebabkan banyaknya dana dari luar negeri yang dikucurkan pelaku pasar asing di BEJ. "Dalam laporan itu disebutkan ada perusahaan yang tidak melapor saat transaksi uangnya," katanya. Tapi, ia belum bisa menyebutkan apakah dana pencucian uang itu masuk ke kas partai politik.

Beberapa waktu lalu ekonom Faisal Basri juga menengarai indikasi serupa. Menurutnya, lonjakan indeks yang tercatat sebagai rekor tertinggi sepanjang sejarah BEJ itu patut dicurigai mengandung money laundering. Ia menyebut dana yang mendongkrak indeks itu kemungkinan masuk ke kas partai politik menjelang pemilihan umum.

Menurut Yunus, indeks yang melejit itu salah satunya dipicu oleh pembelian obligasi di bursa yang dananya berasal dari pembobolan rekening PT Bank Negara Indonesia Tbk. sebesar Rp 2 miliar. Kendati jumlah ini tidak terlalu berpengaruh pada lonjakan IHSG, menurutnya, dana tersebut terindikasi pencucian uang karena berasal dari uang haram pembobolan bank. Ia menolak menyebut perusahaan mana yang memakai dana untuk membeli obligasi itu.

Khusus untuk dana Rp 2 miliar sebagai transaksi yang dicurigai money laundering, PPTAK telah melaporkannya ke polisi bersama 142 laporan transaski yang mencurigakan awal tahun ini. Namun untuk laporan lain selain dana obligasi itu pihaknya masih mengkajinya bersama tim pasar modal.

Dana dari pembobolan melalui letter of credit fiktif di BNI itu, kata Yunus, dipakai untuk beragam transaksi di Bursa Efek Jakarta. Tapi, ia tak menyebut transaksi lainnya dari uang pembobolan itu selain membeli obligasi oleh sebuah perusahaan. "Itu kan money laundering juga," katanya.

Untuk memeriksa laporan itu, kata Yunus, pihaknya sudah melaporkan secara lisan ke Ketua Badan Pengawas Pasar Modal Herwidayatmo. PPATK juga mengundang ahli pasar modal untuk menjabarkan dana-dana yang terdapat dalam transaksi-transaksi yang berperan melonjakkan nilai indeks tersebut.

Bagja Hidayat - Tempo News Room

Kirim Komentar   | Baca Komentar

 

 

dibuat oleh danendro : Radja
Berita Terkait

BEJ Persilahkan Pasar Nilai Harga Saham Barkrieland
Tiga Emiten Grup Astra Akan Perdagangkan Saham Konversi
BEJ Suspen Saham Bumi Resources
Harga Saham BII Dimanipulasi
BEJ Optimis Tingginya Indeks Saham Bertahan

 
Berita ekbis Lainnya

Pinjaman Tertunda Diperkirakan US$ 100 Juta
(Rabu, 28/04/2004 | 19:19 WIB)
Dirut BRI: Perbankan Komit Bantu Usaha Kecil
(Rabu, 28/04/2004 | 15:43 WIB)
Deptan: Perlu Dibentuk Dewan Ayam
(Rabu, 28/04/2004 | 15:28 WIB)
Ratusan Peternak Demo Kenaikan Harga Pakan
(Rabu, 28/04/2004 | 14:45 WIB)
Dana Bagi Pengusaha Mikro Sudah Cair
(Rabu, 28/04/2004 | 14:09 WIB)
Menko Ekuin : Dana Kemiskinan Mencapai Rp 18 Triliun
(Rabu, 28/04/2004 | 13:46 WIB)
PNM Salurkan Dana Pembiayaan UKM Rp 4 Triliun
(Rabu, 28/04/2004 | 10:39 WIB)
Pendapatan PT. Tempo Inti Media Naik
(Selasa, 27/04/2004 | 19:33 WIB)
Prudential Khawatirkan Nasib Nasabah
(Selasa, 27/04/2004 | 19:06 WIB)
Harga Minyak Mentah Diusulkan US$ 22-25
(Selasa, 27/04/2004 | 13:19 WIB)

Index Berita





 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data