Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Ekonomi Bisnis

Tahun Ini Bisnis Ritel Diperkirakan Tumbuh 10%
29 Januari 2004

TEMPO Interaktif, Jakarta: Sektor bisnis retail, seperti departement store, supermarket, hipermarket, speciality store,dan retail tradisional-- untuk tahun 2004 ini diperkirakan akan mengalami pertumbuhan sekitar 10%. Angka tersebut masih lebih baik jika dibanding pertumbuhan tahun lalu yang hanya 5%. "Tahun lalu stagnan, padahal target pertumbuhan lebih besar yaitu 30%," ujar Handaka Santosa, Sekretaris Jenderal Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia di Jakarta, Kamis (29/1) siang.

Handaka mengatakan, optimisme itu didukung kondisi perekonomian yang membaik. Secara makro, inflasi tahun ini diperkirakan hanya 6%, suku bunga bank juga rendah. Yang bisa mempengaruhi negatif adalah kondisi politik di tanah air. "Pertumbuhan 10% tersebut bisa tercapai dengan catatan kondisi politik di tanah air stabil. Jika gonjang-ganjing, bisnis sektor ini bisa langsung drop," katanya.

Handaka mengakui, pelaku bisnis retail di dalam negeri melakukan persaingan usaha. Kendati demikian, persaingan tersebut di satu sisi malah bisa saling melengkapi. Diantara pebisnis secara keseluruhan tidak ada yang menonjol satu sama lain. Mereka hampir sama rata memperoleh pendapatan. Misal untuk tahun lalu Matahari memperoleh sekitar Rp 5 triliun, Hero Rp 4 triliun.

Dari sisi pembiayaan, katanya, jika dibandingkan sebelum krisis, saat ini diperlukan paling tidak tiga sampai empat kali lebih besar modal investasi untuk membuka lahan usaha baru. Beban biaya depresiasi menjadi lebih tinggi sehingga diperlukan waktu lebih lama untuk mengembalikan modal investasi.

Dalam kesempatan terpisah, Marzuki Usman, Penasihat senior PT Rowland Indonesia yang juga mantan Menteri Pariwisata, menyatakan, potensi pasar ritel nasional memiliki nilai strategis dengan nilai penjualan pertahun mencapai Rp 208,2 triliun dan berada pada posisi ke-2 di Asia Pasifik setelah Cina.

"Potensi pasar Indonesia sekitar 210 juta orang ditambah kunjungan wisata mancanegara sekitar 4,5 juta jiwa per tahun yang melakukan kegiatan belanja," katanya.

Memasuki era pasar bebas, saingan utama Indonesia di sektor bisnis ini adalah negara tirai bambu tersebut. Sebab, kata dia, dalam waktu 10 tahun terakhir, negera tersebut melesat menjadi negara maju. Sebagai ilustrasi, dalam 10 tahun terakhir ini Cina sudah labih dari 10.000 kilometer jalan tol yang sudah dibangun.

Sementara itu, Poppy Darsono, Presiden Direktur PT Poppy Darsono Cosmetic, menyatakan, menghadapi era persaingan global ke depan, selayaknya para pebisnis retail bergabung menghadapi pendatang baru. "Jepang sudah siap sejak lama menghadapi era persaingan global ini," katanya.

Danto - Tempo News Room

Kirim Komentar   | Baca Komentar

 

 

dibuat oleh danendro : Radja
Berita Terkait

 
Berita ekbis Lainnya

Pinjaman Tertunda Diperkirakan US$ 100 Juta
(Rabu, 28/04/2004 | 19:19 WIB)
Dirut BRI: Perbankan Komit Bantu Usaha Kecil
(Rabu, 28/04/2004 | 15:43 WIB)
Deptan: Perlu Dibentuk Dewan Ayam
(Rabu, 28/04/2004 | 15:28 WIB)
Ratusan Peternak Demo Kenaikan Harga Pakan
(Rabu, 28/04/2004 | 14:45 WIB)
Dana Bagi Pengusaha Mikro Sudah Cair
(Rabu, 28/04/2004 | 14:09 WIB)
Menko Ekuin : Dana Kemiskinan Mencapai Rp 18 Triliun
(Rabu, 28/04/2004 | 13:46 WIB)
PNM Salurkan Dana Pembiayaan UKM Rp 4 Triliun
(Rabu, 28/04/2004 | 10:39 WIB)
Pendapatan PT. Tempo Inti Media Naik
(Selasa, 27/04/2004 | 19:33 WIB)
Prudential Khawatirkan Nasib Nasabah
(Selasa, 27/04/2004 | 19:06 WIB)
Harga Minyak Mentah Diusulkan US$ 22-25
(Selasa, 27/04/2004 | 13:19 WIB)

Index Berita





 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data