Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Ekonomi Bisnis

Pengusaha Mebel Keluhkan Penyelundupan Kayu
29 Januari 2004

TEMPO Interaktif, Jakarta: Asosiasi Industri Permebelan dan Kerajinan Indonesia (ASMINDO) mengeluhkan penyelundupan kayu dari Indonesia. Akibat penyelundupan kayu ke negara-negara pesaing, ekspor mebel dan kerajinan kayu dari Indonesia menjadi terhambat.

Ketua Umum ASMINDO, M.Djalal Kamal mengatakan dengan menggunakan kayu selundupan, produk mebel dari negara-negara pesaing seperti Cina dan Vietnam menjadi jauh lebih murah jika dibandingkan dengan produk Indonesia. "Padahal 50-60 persen biaya produksi berasal dari ongkos bahan baku," katanya kepada wartawan usai bertemu wakil presiden Hamzah Haz di Istana Wakil Presiden, Jakarta, Kamis (29/1).

Oleh karena itu dia meminta pemerintah secara tegas menindak pelaku penyelundupan kayu. Soal perbedaan harga antara kayu selundupan dengan kayu resmi, dia memberikan contoh kayu ilegal dari Indonesia per kubik di Malaysia hanya berharga Rp 700 ribu. Sementara kayu resmi dari Kalimantan di pulau Jawa harganya mencapai Rp 1,2 juta. Mahalnya kayu di pulau Jawa, selain diakibatkan banyaknya pungutan resmi, juga diakibatkan maraknya pungutan liar.

Selain soal penyelundupan kayu, Djalal juga mengkritik kebijakan pengenaan pajak pertambahan nilai (Ppn) sebesar 10 persen terhadap kayu gelondongan. Menurutnya, sebagai bahan baku, kayu gelondongan tidak layak dikenai Ppn.

Akibat menurunnya daya saing mebel Indonesia, pertumbuhan ekspor mebel dan kerajinan kayu Indonesia jauh lebih rendah dibandingkan negara-negara Asean dan Cina. Tahun 2002 lalu, ekspor mebel Indonesia mencapai US $ 1,5 miliar.

Sapto Pradityo - Tempo News Room

Kirim Komentar   | Baca Komentar

 

 

dibuat oleh danendro : Radja
Berita Terkait

Pemodal Illegal Logging Kendalikan Hutan
1.709 Botol Vaksin Selundupan Dimusnahkan
TNI AL Kembali Gagalkan Penyelundupan Pasir Timah
Lagi, Pembawa Vaksin Illegal Ditangkap
900 Ton Gula Ilegal Ditangkap

 
Berita ekbis Lainnya

Pinjaman Tertunda Diperkirakan US$ 100 Juta
(Rabu, 28/04/2004 | 19:19 WIB)
Dirut BRI: Perbankan Komit Bantu Usaha Kecil
(Rabu, 28/04/2004 | 15:43 WIB)
Deptan: Perlu Dibentuk Dewan Ayam
(Rabu, 28/04/2004 | 15:28 WIB)
Ratusan Peternak Demo Kenaikan Harga Pakan
(Rabu, 28/04/2004 | 14:45 WIB)
Dana Bagi Pengusaha Mikro Sudah Cair
(Rabu, 28/04/2004 | 14:09 WIB)
Menko Ekuin : Dana Kemiskinan Mencapai Rp 18 Triliun
(Rabu, 28/04/2004 | 13:46 WIB)
PNM Salurkan Dana Pembiayaan UKM Rp 4 Triliun
(Rabu, 28/04/2004 | 10:39 WIB)
Pendapatan PT. Tempo Inti Media Naik
(Selasa, 27/04/2004 | 19:33 WIB)
Prudential Khawatirkan Nasib Nasabah
(Selasa, 27/04/2004 | 19:06 WIB)
Harga Minyak Mentah Diusulkan US$ 22-25
(Selasa, 27/04/2004 | 13:19 WIB)

Index Berita





 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data