|
Ekonomi Bisnis
Jasa Marga Bagi Deviden Rp 120 Miliar
28 Januari 2004
TEMPO Interaktif, Jakarta: Untuk tahun 2003, PT Jasa Marga (Persero) menyerahkan deviden kepada pemerintah senilai Rp 120 miliar. "Itu belum termasuk pajak, sehingga jumlah penerimaan total pemerintah dari kami sekitar Rp 490 miliar untuk tahun itu," ujar Direktur Utama Jasa Marga syarifuddin Alambai di Jakarta, Rabu (28/1).
Laba deviden senilai Rp 120 miliar tersebut dihasilkan dari jumlah total pendapatan Jasa Marga tahun lalu sebesar Rp 1,3 triliun. "Pendapatan tersebut diperoleh dari seluruh cabang yang ada di pelosok Indonesia," katanya. Hingga saat ini terdapat sembilan cabang perusahaan Jasa Marga yang tersebar di berbagai wilayah, antara lain cabang Cikampek, Jagorawi, Tangerang, Cawang-Tomang-Cengkareng, Bandung, Surabaya, Medan, Semarang dan Cirebon.
Sebelumnya, Kepala Divisi Pengumpulan Tol Jasa Marga Septerianto Sanaf mengatakan, sekitar Rp 1,3 triliun tersebut lebih besar sekitar 10 persen dibanding tahun sebelumnya. "Namun itu baru laporan yang baru masuk pada kami dari seluruh cabang. Laporan tahunannya belum disusun," katanya.
Sanaf mengatakan, hingga kini pihaknya belum bisa merinci laba perusahaan untuk periode waktu tersebut. Alasannya, seluruh data pendapatan dan pengeluaran keuangan belum diaudit secara komprehensif. "Biasanya mulai bulan Februari kita melakukan audit," ujarnya.
Secara terpisah, Kepala Humas Jasa Marga Zuhdi Saragih menyatakan, untuk tahun 2002 laba bersih yang dicapai perusahaan sebesar Rp 148,4 miliar, turun sebesar Rp 9,3 miliar atau 5,9 persen dari laba bersih tahun 2001 yang mencapai Rp 157,7 miliar. Penurunan itu disebabkan persentase kenaikan pendapatan usaha sebesar 15,3 persen (naik Rp 142,2 miliar) lebih kecil dari kenaikan beban usaha sebesar 22,5 persen (naik Rp 152,0 miliar).
Untuk pendapatan tol tahun 2002 mencapai Rp 1,0136 triliun. Jumlah itu lebih tinggi dari pendapatan tol tahun 2001 Rp 918,5 miliar, semata karena peningkatan volume lalu lintas transaksi. Kontribusi peningkatan terbesar berasal dari ruas jalan tol dalam kota sebesar Rp 57 miliar, karena perubahan bagi hasil pendapatan tol ruas Cawang-Tomang-Tanjung Priok dengan pihak PT Citra Marga Nusaphala Persada dari 25 persen menjadi 35 persen, atau senilai Rp 33 miliar.
Saragih menambahkan, pendapatan ruas tol Jakarta-Cikampek periode 2003 lalu sekitar Rp 269,238 miliar. "Diprediksikan tahun 2004 ini pendapatan naik menjadi Rp 351,453 miliar," katanya. Menyinggung target pendapatan untuk tahun 2004 ini, Syarifuddin Alambai mengatakan, pihaknya mematok sebesar Rp 1,7 triliun. "Laba yang akan kita serahkan termasuk pajak kepada pemerintah sekitar Rp 600-700 miliar, sementara untuk devidennya berkisar 25 persen dari total pemasukan," katanya.
Danto - Tempo News Room
|