Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Ekonomi Bisnis

Kwik: Nursalim Tak Pantas Terima Surat Pengampunan
28 Januari 2004

TEMPO Interaktif, Jakarta: Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional, Kwik Kian Gie, menegaskan pemberian surat pengampunan kepada Sjamsul Nursalim tidak pantas. "Karena sisa utangnya sangat besar dan banyak yang belum dibayar," katanya sebelum peluncuran cetak biru Pengadilan Niaga dan tindak pidana korupsi di Gedung Bappenas, Jakarta, Rabu (28/1).

Menurutnya, dalam berbagai produk hukum setiap obligor kooperatif berhak diberikan surat bebas ini. Namun, tegasnya, pengertian kooperatif juga harus didevinisikan. "Apakah bisa dibilang kooperatif kalau hanya mengembalikan 15 persen," katanya.

Sebelumnya, BPPN akan segera memberikan surat itu kepada bos Gajah Tunggal ini. Sjamsul berutang kepada negara senilai Rp 28,4 triliun. Dalam perjanjian penyelesaian utang yang diteken pada 21 September 1998, Nursalim sepakat menyerahkan aset senilai Rp 27,4 triliun dan setoran tunai Rp 1 triliun. Sampai saat ini, bekas pemilik Bank Dagang Nasional Indonesia ini masih mempunyai kewajiban sekitar Rp 80 miliar.

"Sejak tahun 90-an, saya sudah mengatakan bahwa itu tidak masuk akal sama sekali," katanya. Kwik mengaku, tidak tahu saat ditanya mengenai BPPN yang tidak meminta tambahan aset Nursalim.

Yandi M. Rofiandi - Tempo News Room

Kirim Komentar   | Baca Komentar

 

 

dibuat oleh danendro : Radja
Berita Terkait

BPPN Desak Nursalim Selesaikan Sisa Kewajibannya
Sjamsul Nursalim Dianggap Kooperatif
Aset Properti BPPN Akan Dikelola Bapertarum
Menakertrans Minta Presiden Evaluasi Pesangon BPPN
Sjamsul Nursalim Bakal Mendapat Pengampunan

 
Berita ekbis Lainnya

Pinjaman Tertunda Diperkirakan US$ 100 Juta
(Rabu, 28/04/2004 | 19:19 WIB)
Dirut BRI: Perbankan Komit Bantu Usaha Kecil
(Rabu, 28/04/2004 | 15:43 WIB)
Deptan: Perlu Dibentuk Dewan Ayam
(Rabu, 28/04/2004 | 15:28 WIB)
Ratusan Peternak Demo Kenaikan Harga Pakan
(Rabu, 28/04/2004 | 14:45 WIB)
Dana Bagi Pengusaha Mikro Sudah Cair
(Rabu, 28/04/2004 | 14:09 WIB)
Menko Ekuin : Dana Kemiskinan Mencapai Rp 18 Triliun
(Rabu, 28/04/2004 | 13:46 WIB)
PNM Salurkan Dana Pembiayaan UKM Rp 4 Triliun
(Rabu, 28/04/2004 | 10:39 WIB)
Pendapatan PT. Tempo Inti Media Naik
(Selasa, 27/04/2004 | 19:33 WIB)
Prudential Khawatirkan Nasib Nasabah
(Selasa, 27/04/2004 | 19:06 WIB)
Harga Minyak Mentah Diusulkan US$ 22-25
(Selasa, 27/04/2004 | 13:19 WIB)

Index Berita





 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data