Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Ekonomi Bisnis

Kwik: MoU Fungsi Penjamin Terakhir BI Mubazir
26 Januari 2004

TEMPO Interaktif, Jakarta:Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional, Kwik Kian Gie, menyatakan bahwa nota kesepahaman antara Departemen Kuangan dan Bank Indonesia (BI) menyangkut fungsi BI sebagai penjamin bank terakhir (lender of the last resort) tidak akan berguna tanpa moralitas manusia di belakangnya.

"MoU itu akan mubazir. Dari dulu sampai sekarang dilakukan perbaikan organisasi (institutional building), prosedur, dan transparansi, namun semuanya mubazir," kata Kwik kepada pers sebelum rapat dengar pendapat dengan Komisi Pendidikan DPR di gedung DPR/MPR, Jakarta, Senin (26/1) siang.

Saat ini, menurut Kwik, risiko moral hazard terdapat di seluruh elemen dan sektor. Moral hazard tidak akan bisa dicegah dengan membuat undang-undang dan peraturan karena semuanya sangat tergantung kepada manusia yang menjalankannya. "Kalau tidak ada perbaikan manusianya, tidak ada gunanya," ujarnya.

Oleh karenanya, dalam pandangan Kwik, krisis sistemik perbankan masih sangat mungkin terjadi selama tidak ada upaya perbaikan terhadap manusia yang menjalankannya. "Apalagi manusia senang mencari-cari alasan," katanya.

Seperti diketahui, dengan berakhirnya masa tugas Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) pada 27 Februari 2004, BI dan Departemen Keuangan akan membuat nota kesepahaman tentang prosedur pengambilan keputusan menyangkut fungsi penjaminan terakhir bank yang diemban BI.

MoU ini diperlukan untuk menghindari kesalahan dalam pengambilan kebijakan penjaminan, seperti pengucuran Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI).

Amal Ihsan - Tempo News Room

Kirim Komentar   | Baca Komentar

 

 

dibuat oleh danendro : Radja
Berita Terkait

Kapolri: Syahril Sabirin Bisa Jadi Tersangka
Pemeriksaan Lanjutan Syahril Sabirin, Ditunda
Syahril Sabirin Diperiksa di Mabes Polri
BI: Bank Lebih Baik Dikuasai Asing
Mantan Gubernur BI Diperiksa Pekan Depan

 
Berita ekbis Lainnya

Pinjaman Tertunda Diperkirakan US$ 100 Juta
(Rabu, 28/04/2004 | 19:19 WIB)
Dirut BRI: Perbankan Komit Bantu Usaha Kecil
(Rabu, 28/04/2004 | 15:43 WIB)
Deptan: Perlu Dibentuk Dewan Ayam
(Rabu, 28/04/2004 | 15:28 WIB)
Ratusan Peternak Demo Kenaikan Harga Pakan
(Rabu, 28/04/2004 | 14:45 WIB)
Dana Bagi Pengusaha Mikro Sudah Cair
(Rabu, 28/04/2004 | 14:09 WIB)
Menko Ekuin : Dana Kemiskinan Mencapai Rp 18 Triliun
(Rabu, 28/04/2004 | 13:46 WIB)
PNM Salurkan Dana Pembiayaan UKM Rp 4 Triliun
(Rabu, 28/04/2004 | 10:39 WIB)
Pendapatan PT. Tempo Inti Media Naik
(Selasa, 27/04/2004 | 19:33 WIB)
Prudential Khawatirkan Nasib Nasabah
(Selasa, 27/04/2004 | 19:06 WIB)
Harga Minyak Mentah Diusulkan US$ 22-25
(Selasa, 27/04/2004 | 13:19 WIB)

Index Berita





 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data