|
| |
|
|
Ekonomi Bisnis
Menakertrans Meresmikan Rusun Jamsostek
24 Januari 2004
TEMPO Interaktif, Bekasi:Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Jacob Nuwa Wea hari ini meresmikan rumah susun sewa (Rusunawa) yang diperuntukkan bagi pekerja peserta Jamsostek. Pembangunan Rusunawa oleh Jamsostek di Bekasi itu berkapasitas 245 kamar bagi 980 tenaga kerja.
“Pemerintah menghargai upaya manajemen Jamsostek sembari mengharapkan Rusunawa juga dibangun di lokasi lain,” kata Jacob seusai meresmikan Rusunawa di Kawasan Industri Jababeka, Bekasi.
Jacob mengharapkan Jamsostek tidak hanya membangun Rusunawa tapi juga memikirkan bagaimana pekerja dapat memiliki rumah sendiri. Tentu saja rumah itu harus layak huni dikaitkan dengan Program Jaminan Hari Tua.
Pengusaha yang belum mampu menyediakan tempat tinggal layak bagi pekerja diminta memanfaatkan Rusunawa peserta Jamsostek yang relatif terjangkau oleh pekerja.
Bangunan berlantai empat itu didirikan di atas tanah seluas 7.479 meter persegi. Luas bangunan 5.710 meter persegi yang terdiri dari dua unit. Harga sewa per kamar sebesar Rp 110 ribu sampai Rp 125 ribu.
Rusunawa ini mempunyai 245 buah kamar, satu kamar ditempati oleh empat orang. Luas kamarnya 18 meter persegi dengan kamar mandi berada di dalam. Di kamar itu pula tersedia meja lipat, kursi, serta lemari empat pintu. Selain itu tersedia fasilitas tambahan berupa tempat olah raga, wartel, ruang baca, dan minimarket.
Direktur Utama PT Jamsostek A. Djunaedi mengatakan pihaknya sampai akhir 2003 telah menyalurkan Pinjaman Uang Muka Perumahan (PUMP) senilai Rp 184 miliar bagi 32.260 pekerja. Pada anggaran 2004 dialokasikan dana PUMP bagi 10 ribu pekerja senilai Rp 75 miliar.
Sejalan rencana pemerintah membangun 1 juta rumah murah, Jamsostek merencanakan membangun Rusunawa sebanyak 1.162 kamar yang dapat menampung 3.880 penghuni. Pembangunan ini tersebar di empat kawasan industri di Jakarta, Jawa Barat, dan Jawa Timur.
Djunaedi menjelaskan, akumulasi pembayaran manfaat tambahan melalui program Dana Peningkatan Kesejahteraan Peserta (DPKP) tahun 2003 meliputi pembangunan Rusunawa di Batam, Bekasi, dan kawasan industri Makassar. Dana PUMP 22.260 pekerja sebesar Rp 109 miliar. Selain itu tersedia dana pinjaman koperasi pekerja sebesar Rp 27 miliar.
Agriceli - Tempo News Room
|
|
|
| dibuat oleh danendro : Radja |
Berita Terkait
|
| |
Berita ekbis Lainnya
| |
|
| |
Pinjaman Tertunda Diperkirakan US$ 100 Juta
(Rabu, 28/04/2004 | 19:19 WIB)
|
| |
Dirut BRI: Perbankan Komit Bantu Usaha Kecil
(Rabu, 28/04/2004 | 15:43 WIB)
|
| |
Deptan: Perlu Dibentuk Dewan Ayam
(Rabu, 28/04/2004 | 15:28 WIB)
|
| |
Ratusan Peternak Demo Kenaikan Harga Pakan
(Rabu, 28/04/2004 | 14:45 WIB)
|
| |
Dana Bagi Pengusaha Mikro Sudah Cair
(Rabu, 28/04/2004 | 14:09 WIB)
|
| |
Menko Ekuin : Dana Kemiskinan Mencapai Rp 18 Triliun
(Rabu, 28/04/2004 | 13:46 WIB)
|
| |
PNM Salurkan Dana Pembiayaan UKM Rp 4 Triliun
(Rabu, 28/04/2004 | 10:39 WIB)
|
| |
Pendapatan PT. Tempo Inti Media Naik
(Selasa, 27/04/2004 | 19:33 WIB)
|
| |
Prudential Khawatirkan Nasib Nasabah
(Selasa, 27/04/2004 | 19:06 WIB)
|
| |
Harga Minyak Mentah Diusulkan US$ 22-25
(Selasa, 27/04/2004 | 13:19 WIB)
|
| |
|
| |
Index Berita
|
|
|
|