|
Ekonomi Bisnis
Permintaan Baja Dunia Meningkat
23 Januari 2004
TEMPO Interaktif, Jakarta: Membaiknya perekonomian dunia, membawa dampak pada permintaan baja secara keseluruhan. Kenaikan permintaan tahun ini berkisar 4- 5 persen. Demikian diungkapkan Dirjen Industri Logam Mesin Elektronika dan Aneka Departemen Perindustrian dan Perdagangan, Subagyo, Jumat (23/1).
Ini merupakan fenomena dunia yang berakibat pada kelangkaan bahan baku baja. "Pemerintah tidak bisa mengeluarkan kebijakan apapun untuk membantu industri mengatasi kelangkaan ini," katanya. Keterbatasan bahan baku ini harus disikapi industriawan pengolah baja dengan melakukan negosiasi antarmereka.
Indonesia, menurut Subagyo, masih merupakan pemain kecil di industri baja dunia. "Masih kalah dengan Korea dan Jepang," jelasnya. Dari pertumbuhan permintaan baja, 17 persen di antaranya merupakan permintaan dari Cina. Ini menunjukkan ekonomi dunia yang saat ini mulai membaik, setelah tahun lalu situasinya memburuk karena ekonomi Amerika menurun. Jadi, jelas Subagyo, kelangkaan pasokan bahan baku baja yang saat ini tengah dialami Indonesia lebih karena eksek kecepatan permintaan dan pasokan barang yang tidak sama.
Pemerintah hanya bisa menghimbau industri untuk saling bekerjasama. "Saya sudah kumpulkan mereka dan meminta untuk saling membagi-bagi jatah pasokan," katanya. Saat ini, tidak bisa dikatakan seberapa besar ketergantungan bahan baku baja di Indonesia. Krakatau Steel, sebagai pemain utama di Indonesia membuat beberapa jenis olahan baja seperti pipa, slap, besi beton, seng, dan sebagainya.
Anatasya - Tempo News Room
|