Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Ekbis

48 Ribu Nelayan akan Dipindah ke Pulau-Pulau Perbatasan
20 Januari 2004

TEMPO Interaktif, Jakarta: Sekitar 48 ribu nelayan kawasan pantai utara Jawa akan dipindahkan ke pulau-pulau kecil di perbatasan Indonesia, melalui jalur transmigrasi. Di tempat baru mereka akan tetap bekerja di sektor kelautan seperti yang dilakukan di daerah asal. Hal itu dinyatakan Direktur Jenderal Pemberdayaan Sumber Daya Kawasan Transmigrasi Depnakertrans Djoko Sidik Pramono menanggapi rawannya pulau-pulau kecil di perbatasan. "Antusias nelayan pantura besar. Tinggal menunggu penempatan," katanya menjawab pertanyaan Tempo News Room di Jakarta, Selasa (20/1).

Relokasi penduduk ditujukan agar pulau kecil tidak dibiarkan kosong. Selama ini banyak pulau kecil di perbatasan tidak dihuni. Kenyataannya pulau kecil ditempati warga negara lain. "Ini kerugian besar bagi Indonesia," katanya.

Djoko menjelaskan batas wilayah Indonesia diukur 12 mil dari pulau terluar. Selama ini pemerintah tidak memperhatikan pulau-pulau kecil. "Walaupun kecil, nilai ekonomi tidak ada tapi penghitungan batas wilayah dihitung dari pulau terluar," katanya. Ia mencontohkan pulau di Laut Arafuru mempunyai potensi ikan yang besar. Pencurian ikan selama ini banyak terjadi di daerah ini. Nelayan yang menempati daerah kecil ini dapat memanfaatkan potensi alam daripada dicuri bangsa lain.

Menurut Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Jacob Nuwa Wea tercatat 88 pulau diperbatasan yang tidak dihuni. "Jangan sampai kehilangan pulau lagi. Sudah cukup kehilangan dua pulau di perbatasan dengan Malaysia," katanya.

Prioritas penempatan nelayan akan dilakukan di Pulau Wetar dan Pulau Gebe, Maluku. Menurut Djoko di sana sudah ada fasilitas pabrik ikan yang disediakan investor. Selain itu juga telah tersedia jalan, klinik kesehatan dan sekolah.

Jacob mengatakan pulau yang akan digunakan harus berada di luar kawasan hutan. Daerah yang akan dibuka tidak tumpang tindih dengan penggunaan lahan lain. Selain itu harus bebas dari bahaya alam. Ia juga menjelaskan di pulau yang akan ditempati harus tersedia air bersih, bebas endemik serta mempunyai potensi ekonomi yang berkelanjutan.

Sebelumnya Depnakertrans telah menempatkan 1.600 kepala keluarga di Pulau Natuna. Mereka merupakan transmigran yang ditempatkan di pulau-pulau kecil perbatasan Indonesia.

Agriceli - Tempo News Room


Kirim Komentar   | Baca Komentar

 

 

dibuat oleh danendro : Radja
Berita Terkait

Menakertrans: Sejumlah Daerah Pungut Pajak Tenaga Asing
Puluhan Ribu Tenaga Kerja Asing Illegal di Indonesia
Undang-Undang PPHI akan Berlaku Satu Tahun Lagi
Pengangguran Dibahas di Sidang CGI
Pengusaha yang Tak Sediakan K3 Ditindak

 
Berita ekbis Lainnya

Pinjaman Tertunda Diperkirakan US$ 100 Juta
(Rabu, 28/04/2004 | 19:19 WIB)
Dirut BRI: Perbankan Komit Bantu Usaha Kecil
(Rabu, 28/04/2004 | 15:43 WIB)
Deptan: Perlu Dibentuk Dewan Ayam
(Rabu, 28/04/2004 | 15:28 WIB)
Ratusan Peternak Demo Kenaikan Harga Pakan
(Rabu, 28/04/2004 | 14:45 WIB)
Dana Bagi Pengusaha Mikro Sudah Cair
(Rabu, 28/04/2004 | 14:09 WIB)
Menko Ekuin : Dana Kemiskinan Mencapai Rp 18 Triliun
(Rabu, 28/04/2004 | 13:46 WIB)
PNM Salurkan Dana Pembiayaan UKM Rp 4 Triliun
(Rabu, 28/04/2004 | 10:39 WIB)
Pendapatan PT. Tempo Inti Media Naik
(Selasa, 27/04/2004 | 19:33 WIB)
Prudential Khawatirkan Nasib Nasabah
(Selasa, 27/04/2004 | 19:06 WIB)
Harga Minyak Mentah Diusulkan US$ 22-25
(Selasa, 27/04/2004 | 13:19 WIB)

Index Berita





 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data