Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Ekonomi Bisnis

Purwakarta dan Batam Tempat Investasi Terbaik
20 Januari 2004

TEMPO Interaktif, Jakarta:Kabupaten Purwakarta dan Kota Batam terpilih sebagai kapubaten dan kota dengan peringkat terbaik daya tarik investasinya.

Penghargaan tersebut diberikan Komite Pemantauan Pelaksanaan Otonomi Daerah (KPPOD) untuk tahun penilaian 2003 yang disampaikan oleh Direktur Eksekutifnya, Agung Tambudi, hari ini di Jakarta.

Penilaian didasarkan pada nilai rata-rata dan nilai total dari lima kategori, yaitu kelembagaan, sospol, ekonomi daerah, intraproduktivitas tenaga kerja, serta infrastruktur fisik. Kabupaten Purwakarta mendapatkan nilai lebih dari 0,32, sedangkan Batam lebih dari 0,8, mengungguli daerah-daerah yang lain.

Bupati Purwakarta Lili Hambali Hasan merasa sangat terkejut dengan terpilihnya daerahnya sebagai kabupaten dengan peringkat terbaik daya tarik investasinya. Ia berharap dengan adanya penghargaan tersebut dapat mendorong investasi dunia usaha.

Menurutnya, Purwakarta adalah daerah yang kecil dengan 10 persen wilayahnya merupakan Waduk Jatiluhur. Namun ia juga bangga Purwakarta akan menjadi segitiga emas yang menghubungkan Jakarta dengan Bandung, serta Jakarta dengan Jawa Barat dan Jawa Tengah.

Sementara Wali Kota Batam Nano Yatkalir mengatakan bahwa permasalahan pokok daerahnya adalah merebaknya konflik sosial dan memanasnya suhu politik. Selain itu lemahnya penegakan hukum dan hak asasi manusia karena belum jelasnya status atau payung hukum dari investasi di Batam oleh pemerintah. Namun, menurutnya, sejak otonomi daerah banyak kemajuan ekonomi yang telah dicapai oleh Batam.

Maria Ulfa - Tempo News Room

Kirim Komentar   | Baca Komentar

 

 

dibuat oleh danendro : Radja
Berita Terkait

Dana Reksa Targetkan Rp 9 Triliun Dana Kelolaan
Kwik: Butuh Rp 613 Triliun Untuk Infrastruktur
Industri Manufaktur Sulit Dikembangkan di Indonesia Timur
Investor Baru dan Besar Belum akan Masuk Ke Indonesia
Swasta Akan Digandeng Untuk Kelola KA

 
Berita ekbis Lainnya

Pinjaman Tertunda Diperkirakan US$ 100 Juta
(Rabu, 28/04/2004 | 19:19 WIB)
Dirut BRI: Perbankan Komit Bantu Usaha Kecil
(Rabu, 28/04/2004 | 15:43 WIB)
Deptan: Perlu Dibentuk Dewan Ayam
(Rabu, 28/04/2004 | 15:28 WIB)
Ratusan Peternak Demo Kenaikan Harga Pakan
(Rabu, 28/04/2004 | 14:45 WIB)
Dana Bagi Pengusaha Mikro Sudah Cair
(Rabu, 28/04/2004 | 14:09 WIB)
Menko Ekuin : Dana Kemiskinan Mencapai Rp 18 Triliun
(Rabu, 28/04/2004 | 13:46 WIB)
PNM Salurkan Dana Pembiayaan UKM Rp 4 Triliun
(Rabu, 28/04/2004 | 10:39 WIB)
Pendapatan PT. Tempo Inti Media Naik
(Selasa, 27/04/2004 | 19:33 WIB)
Prudential Khawatirkan Nasib Nasabah
(Selasa, 27/04/2004 | 19:06 WIB)
Harga Minyak Mentah Diusulkan US$ 22-25
(Selasa, 27/04/2004 | 13:19 WIB)

Index Berita





 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data