|
Ekonomi dan Bisnis
PLN Dan KUD Kerjasama Membangun Pembangkit Listrik
19 Januari 2004
TEMPO Interaktif, Jakarta: PLN (Perusahaan Listrik Negara) distribusi Jawa Barat dan Banten bekerjasama dengan Koperasi Unit Desa (KUD) Mekar Sari membangun Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) berskala kecil: 120 kilowatt. Rencananya, pembangunan itu menghabiskan dana sekitar Rp. 1,7 miliar. "Dana itu diperoleh dari investor lokal, PT. HIBS, swadaya masyarakat Desa Cinta Mekar Sari dan bantuan hibah dari UN-ESCAP sebesar US$ 75 ribu," kata Eddie Widiono, Direktur Utama PT. PLN (Persero), usai menyaksikan penandatanganan kerjasama pembangunan pembangkit, di Jakarta, Senin (19/1).
Pembangunan yang ramah lingkungan itu diharapkan bisa selesai akhir Februari 2004, sehingga listrik bisa segera dimanfaatkan masyarakat. Rencananya, pasokan listrik akan digunakan sekitar 120 kepala keluarga (KK) Desa Cinta Mekar Sari yang saat ini belum menikmati listrik. Selanjutnya, dana hasil penjualan listrik akan digunakan untuk pemberdayaan dan pengembangan masyarakat setempat, beasiswa anak-anak keluarga tidak mampu, modal kerja usaha kecil, dana kesehatan dan infrastruktur pedesaan.
Berdasarkan perhitungan, desa itu akan memperoleh dana sebesar Rp. 335 juta per tahun dari penjualan listriknya ke PLN. Asumsinya, dari 120 kilowatt listrik yang dihasilkan dengan load factor 0,75 dalam satu bulan, dihasilkan 64.800 kilowatthour (kwh) dengan harga jual Rp. 432 per kwh. Sementara, selama setahun akan dihasilkan 777.600 kwh, sehingga dihasilkan pendapatan Rp. 335 juta per tahun. "Semoga, kerja sama dan jual beli tenaga listrik dari pembangkit yang ramah lingkungan dan dikelola secara swadaya masyarakat, bisa menjadi proyek percontohan kerjasama PLN dan masyarakat dalam upaya menjaga kesinambungan pasokan listrik," kata Eddie.
Retno Sulistyowati - Tempo News Room
|