Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Ekonomi dan Bisnis

Direksi Dirgantara Indonesia Tetap Akan PHK
16 Januari 2004

TEMPO Interaktif, Jakarta: Lantaran tidak ada lagi dana untuk membayar gaji 6600 karyawan, direksi PT. Dirgantara Indonesia (PT. DI) tetap akan melakukan putus hubungan kerja (PHK). "Rasionalisasi ini dilakukan untuk mempertahankan PTDI. Jika rasionalisasi gagal PT. DI akan tutup," kata Edwin Soedarmo, Direktur Utama PT. DI, di Jakarta, Jumat (16/1).

Menurut Edwin, pada 2003 PT. DI tidak memperoleh kontrak pembuatan pesawat yang berakibat tidak adanya pekerjaan di perusahaan pesawat terbang itu. Sementara ditiap bulannya, PT. DI harus mengeluarkan biaya sebesar US$ 3,5 juta untuk pembayaran gaji karyawan. Untuk Oktober-November 2003 saja, gaji karyawan dibayarkan dari pinjaman Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN). Bahkan, pinjaman itu juga digunakan untuk membayar gaji karyawan pada Desember 2003. Padahal, BPPN tidak mengalokasikan pinjaman untuk pembayaran gaji bulan Desember itu. "Saat ini, cash flow PT.DI negatif," kata Edwin.

Jika PHK ditempuh pun, kata Edwin, PT. DI harus mengeluarkan dana sebesar Rp. 280 miliar untuk pembayaran satu kali pesangon. Jika kompensasi pesangon menjadi dua kali, PT. DI juga harus menyediakan dana sebesar Rp. 120 miliar. Padahal selain pesangon, karyawan juga akan mendapatkan uang penghargaan dan ganti rugi. Sampai saat ini, 418 karyawan sudah menyetujui PHK. Tapi, baru 212 karyawan yang sudah menerima pesangon.

Rencananya, Senin (19/1), manajemen PT. DI akan mengundang karyawannya. Pertemuan bipartit yang akan dilaksanakan di Bandung, itu merupakan tindak lanjut dari rekomendasi Panitia Penyelesaian Perselisihan Perburuhan Pusat (P4P) pada hearing tripartit, Kamis (15/1) malam.

Agriceli - Tempo News Room

Kirim Komentar   | Baca Komentar

 

 

dibuat oleh danendro : Radja
Berita Terkait

Direksi Dirgantara Tolak Perundingan Ulang
Jamsostek Siap Bayar Klaim Karyawan Dirgantara Indonesia
Kasus Dirgantara Indonesia, P4P Putuskan Bipartit
Karyawan PT Dirgantara Demo di Depnaker
Karyawan PT Dirgantara Bergerak ke Depnaker

 
Berita ekbis Lainnya

Pinjaman Tertunda Diperkirakan US$ 100 Juta
(Rabu, 28/04/2004 | 19:19 WIB)
Dirut BRI: Perbankan Komit Bantu Usaha Kecil
(Rabu, 28/04/2004 | 15:43 WIB)
Deptan: Perlu Dibentuk Dewan Ayam
(Rabu, 28/04/2004 | 15:28 WIB)
Ratusan Peternak Demo Kenaikan Harga Pakan
(Rabu, 28/04/2004 | 14:45 WIB)
Dana Bagi Pengusaha Mikro Sudah Cair
(Rabu, 28/04/2004 | 14:09 WIB)
Menko Ekuin : Dana Kemiskinan Mencapai Rp 18 Triliun
(Rabu, 28/04/2004 | 13:46 WIB)
PNM Salurkan Dana Pembiayaan UKM Rp 4 Triliun
(Rabu, 28/04/2004 | 10:39 WIB)
Pendapatan PT. Tempo Inti Media Naik
(Selasa, 27/04/2004 | 19:33 WIB)
Prudential Khawatirkan Nasib Nasabah
(Selasa, 27/04/2004 | 19:06 WIB)
Harga Minyak Mentah Diusulkan US$ 22-25
(Selasa, 27/04/2004 | 13:19 WIB)

Index Berita





 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data