Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Ekonomi Bisnis

OPEC Sepakat Tidak Naikkan Produksi
16 Januari 2004

TEMPO Interaktif, Bogor: Negara-negara anggota OPEC sepakat untuk tidak menaikkan produksi minyak tahun ini, kendati terjadi peningkatan permintaan di pasar dunia. Mereka akan menunggu pertemuan OPEC yang akan digelar pada 10 Februari mendatang.

Presiden OPEC yang juga menjabat sebagai Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Purnomo Yusgiantoro, di sela pertemuan stake holder migas di Istana Bogor, Jumat (16/1), mengaku telah berkonsultasi dengan menteri-menteri OPEC. Hasilnya, tidak akan dikeluarkan langkah-langkah untuk menaikkan kuota produksi.

Sebelumnya, ada permintaan dari Menteri Perminyakan Aljazair untuk mempertahankan kuota produksi sebesar 24,5 juta barel perhari. Produksi OPEC sendiri saat ini 27 juta barel perhari. Purnomo mengaku telah mengetahui pernyataan dari Menteri Perminyakan Aljazair itu. Bahkan, menurutnya, ada beberapa negara produsen minyak yang minta dilakukan pemotongan produksi, seperti Qatar.

"Kita akan tetap pertahankan kuota produksi. Sekarang ini belum bisa diputuskan, harus menunggu pertemuan OPEC 10 Februari," kata dia. Dalam pertemuan itu, kemungkinan akan diputuskan untuk mempertahankan kuota produksi atau justru memotongnya.

Untuk memutuskan hal itu, menurut Purnomo, ada beberapa hal yang harus dilihat, terutama base selling. Harus dilihat pula hasil dari direct sumery dan secondary sumery. "Kita akan membuat branch mark dari kedua itu. Baru bisa diambil keputusan," kata dia.

Retno Sulistyowati - Tempo News Room

Kirim Komentar   | Baca Komentar

 

 

dibuat oleh danendro : Radja
Berita Terkait

Presiden Canangkan Cadangan 1 Miliar Barel Minyak
Sidang Judicial Review UU Migas Ditunda
Iran Akan Bangun Kilang Minyak di Jawa Timur
Bekasi Mulai Dilanda Kelangkaan Minyak Tanah
Pemakaian Gas Dalam Negeri Dinilai Kecil

 
Berita ekbis Lainnya

Pinjaman Tertunda Diperkirakan US$ 100 Juta
(Rabu, 28/04/2004 | 19:19 WIB)
Dirut BRI: Perbankan Komit Bantu Usaha Kecil
(Rabu, 28/04/2004 | 15:43 WIB)
Deptan: Perlu Dibentuk Dewan Ayam
(Rabu, 28/04/2004 | 15:28 WIB)
Ratusan Peternak Demo Kenaikan Harga Pakan
(Rabu, 28/04/2004 | 14:45 WIB)
Dana Bagi Pengusaha Mikro Sudah Cair
(Rabu, 28/04/2004 | 14:09 WIB)
Menko Ekuin : Dana Kemiskinan Mencapai Rp 18 Triliun
(Rabu, 28/04/2004 | 13:46 WIB)
PNM Salurkan Dana Pembiayaan UKM Rp 4 Triliun
(Rabu, 28/04/2004 | 10:39 WIB)
Pendapatan PT. Tempo Inti Media Naik
(Selasa, 27/04/2004 | 19:33 WIB)
Prudential Khawatirkan Nasib Nasabah
(Selasa, 27/04/2004 | 19:06 WIB)
Harga Minyak Mentah Diusulkan US$ 22-25
(Selasa, 27/04/2004 | 13:19 WIB)

Index Berita





 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data