|
Ekonomi dan Bisnis
Pemilu Tidak Ganggu Penerbitan Obligasi Dalam Negeri
15 Januari 2004
TEMPO Interaktif, Jakarta: Pelaksanaan pemilihan umum (Pemilu) 2004 tak akan mengganggu jadwal penerbitan obligasi dalam negeri. "Kami akan menerbitkannya sepanjang tahun," kata Boediono, Menteri Keuangan, di Jakarta, Kamis (15/1).
Menurut Boediono, pemerintah tidak ingin mengulang jadwal penerbitan obligasi jangka panjang seperti tahun lalu hingga menumpuk di akhir tahun. Penumpukan terjadi, lantaran semula pemerintah hanya menerbitkan obligasi sebesar Rp. 7,7 triliun. Tapi sebelum akhir tahun jumlah itu sudah habis terjual, sehingga pemerintah mengajukan kembali jumlah tambahan ke Dewan Pertimbangan Rakyat (DPR) saat pembahasan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) perubahan 2003 sebesar Rp. 4 triliun.
"Tahun ini, jumlah obligasi dalam negeri yang direncanakan dalam APBN 2004 sebesar Rp. 28 triliun akan diterbitkan dalam jumlah yang merata sepanjang tahun. Ini jumlah yang sudah sejak awal disepakati," kata Boediono. Sayangnya, Boediono tidak mau menyebut kapan obligasi dalam negeri itu akan diterbitkan untuk pertama kali dalam tahun ini. Bahkan, jumlah yang akan diterbitkan juga tidak disebutkan.
Sementara, hingga kini pemerintah masih menyeleksi 15 lembaga keuangan untuk ditetapkan sebagai penjamin emisi penerbitan obligasi valuta asing sebesar US$ 400 juta. Seleksi meliputi kesiapan para calon penjamin dari segi kemampuan biaya, pengalaman menerbitkan obligasi valas, hingga bagaimana para calon penjamin itu nantinya menawarkan obligasi pemerintah ke negara-negara calon pembeli. "Selasa pekan depan akan diumumkan," kata Boediono. Setelah itu, barulah Menteri Keuangan akan menunjuk agen penjual obligasi itu.
Dana Moneter Internasional menilai jumlah US$ 400 juta merupakan jumlah yang aman bagi penerbitan perdana obligasi internasional. Tapi rupanya, seperti dikatakan Boediono, "kami sudah menyiapkan skenario sendiri dalam menerbitkan surat utang jangka panjang itu".
Bagja Hidayat - Tempo News Room
|