|
Ekonomi Bisnis
Iran Akan Bangun Kilang Minyak di Jawa Timur
15 Januari 2004
TEMPO Interaktif, Jakarta:Iran akan membangun kilang minyak di Tuban, Jawa Timur, bekerja sama dengan Pertamina. Nilai investasi yang akan dikeluarkan untuk membangun kilang tersebut diperkirakan mencapai US$ 1 miliar.
Duta Besar Iran untuk Indonesia, Shaban Shahidi-Moaddab, mengatakan hal itu usai membuka seminar "Indonesia-Iran Oil and Gas Bussiness, Training, and Technology", di Jakarta, Kamis (15/1). Pembangunan kilang itu untuk memenuhi kebutuhan minyak Indonesia yang 20 persennya masih impor.
Menurut Shaban, prinsip yang digunakan Iran dalam berinvestasi, yaitu angka kebutuhan minyak nasional sekitar 1,2 juta barel per hari. Produksi dalam negeri hanya mampu memenuhi 80 persennya saja. Karena itu, Iran akan memenuhi sisa kebutuhan sebesar 20 persen itu, atau sekitar 150 ribu barel per hari.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Purnomo Yusgiantoro mengatakan pembangunan kilang di Jawa Timur itu didasarkan atas pertimbangan bahwa di daerah tersebut belum ada kilang minyak. Saat ini kilang minyak di Jawa Barat ada di Balongan, dan Jawa Tengah ada di Cilacap.
"Sehingga kemungkinan untuk membangun kilang ada di Jawa Timur," kata dia. Menurutnya, selama ini banyak izin membangun kilang yang telah dikeluarkan oleh pemerintah tetapi tidak direalisasikan oleh investor. Karena itu Iran akan mengambil alih izin untuk membangun kilang di Jawa Timur itu.
Purnomo yakin Iran serius untuk membangun kilang di Indonesia. Ini berkaitan dengan cadangan minyak yang mereka miliki cukup besar dengan kualitas yang bagus. Selain itu, pertimbangan untuk bekerja sama ini tidak hanya didasarkan atas ekonomi, melainkan hubungan bilateral Indonesia dan Iran.
Pembangunan kilang diarahkan ke Tuban, Jawa Timur, karena di tempat itu telah ada proyek Trans Petrochemical Pacific Indonesia (TPPI) yang akan dibangun oleh Pertamina. Pertamina telah mendapatkan pendanaan dari lembaga pendanaan keuangan Jepang, Mitsui, untuk merealisasikan proyek aromatik itu.
Purnomo mengatakan di sebelah area TPPI terdapat area yang cukup baik untuk pendirian kilang. Ia menilai pembangunan kilang di kawasan itulah yang paling ideal karena akan saling melengkapi antara kedua proyek tersebut.
Iran sendiri menyambut baik penunjukan Tuban sebagai tempat dibangunnya kilang minyak. Selain karena di daerah tersebut belum ada kilang minyak, daerah itu juga merupakan daerah industri, sehingga ketertarikan untuk berinvestasi semakin kuat. Dalam hal ini Iran tidak akan membangun kilang-kilang itu sendiri, melainkan menginginkan keterlibatan Pertamina di situ.
Mengenai pendanaan, kedua pihak, baik Indonesia maupun Iran, tidak menutup kesempatan bagi lembaga keuangan atau investor lain yang ingin masuk untuk bekerja sama. "Kendati telah menyiapkan capital financing, kita tetap membuka peluang bagi investor lain yang ingin masuk. Tapi prinsipnya, inisiatif datang dari Indonesia dan Iran," kata dia.
Retno Sulistyowati - Tempo News Room
|