|
Ekonomi Bisnis
Jalan Tol Jakarta-Surabaya Diminati 43 Investor
07 Januari 2004
TEMPO Interaktif, Jakarta: Sedikitnya 43 kontraktor yang telah menjajaki kemungkinan menanamkan investasi dalam pembangunan jalan tol Jakarta-Surabaya sepanjang lebih dari 540 kilometer. Kendati demikian, hingga saat ini belum ada satupun investor yang telah menyepakati perjanjian akan melakukan kerja sama dengan pihak Jasa Marga selaku pengelola jalan tol.
"Mereka rencananya melakukan investasi pada ruas-ruas tol tertentu yang akan dibangun," demikian dikatakan Direktur Utama PT Jasa Marga, Syarifuddin Alambai, kepada Tempo News Room di Jakarta, Rabu (7/1) siang. Diakuinya, sejumlah investor yang berminat tersebut baru sebatas melakukan penjajakan dengan pihaknya.
Seperti diketahui, sebelumnya menurut Syarifudin, mega proyek tol Jakarta-Surabaya itu akan dikerjakan secara bertahap. Untuk tahap awal akan dikerjakan jalur tol Cikampek-Palimanan Cirebon sepanjang 120 kilometer dengan lebar sekitar 70 meter melalui Sadang-Subang-Dawuan-Palimanan. Khusus untuk ruas tol Cikampek-Palimanan ini, investor yang akan membiayai adalah PT Sugih Sinar, salah satu investor asal negeri Jiran Malaysia. Biaya yang dibutuhkan untuk membangun proyek di ruas ini termasuk pembebasan tanahnya sekitar Rp. 3,5 triliun.
Dari daerah di Jawa Barat itu proyek akan dilanjutkan ke daerah Jawa Tengah melalui Palimanan-Kanci-Pejagan-Pemalang-Batang-Semarang. "Jalur ini nantinya tersambung ke jalan tol yang sudah ada di daerah Semarang," ujar Syarifuddin. Selajutnya ruas jalan akan tersambungkan ke darah Mojokerto melalui Solo. "Terakhir akan tersambungkan ke ruas tol Surabaya-Mojokerto," tambah Syarifudin.
Syarifuddin menjelaskan, khusus untuk pembangunan ruas tol Surabaya-Mojokerto, investor yang akan membiayai proyek ini adalah PT Jatim Marga Utama (JMU). Perusahaan tersebut adalah hasil patungan antara Pemerintah daerah Jawa Timur dan PT Jasa Marga. "Sahamnya 70% pemerintah Jawa Timur, sisanya PT Jasa Marga," katanya.
Dalam catatan pihak Jasa Marga, diantara sejumlah investor yang berniat menanamkan modalnya untuk pembangunan ruas tol Jakarta-Surabaya tersebut adalah Glitter Glory Sdn. Bhd asal Malaysia (ruas yang diminati Cikampek-Cirebon); Guangdong Xinguang international Group asal China (untuk ruas tol Cikampek-Padalarang dan Surabaya-Mojokerto); PT Al-Kabeer dan Ara Teguh Dev. Sdn Bhd ( ruas tol Cikampek-Padalarang); PT Barka Mitra Abadi (ruas tol Semarang-Demak dan Cikampek Cirebon); PT Mawatindo Road Construction (Seluruh Paket dalam Keppres 15/2002).
Selain itu investor yang berminat di ruas tol lainnya antara lain China Tiesjiu Civil Engineering Group Co. Ltd asal China; PT Trio Sakti Kencana; Zhejiang Provincial Transportation Engineering Construction Group, China; China Civil Engineering Construction Corp.; Wan-Ra Eng (M) Sdn.Bhd Malaysia; Minconsult Sdn.Bhd Malaysia; HeeSung Electric, Co. Ltd. Korea; Hutrindo Hutan Raya Group; PT Fajar Parahiyangan; GMT Busines Development; PT Piranti Nusa; PT Cita Benlomon Pratama PT Abadi Jaya Cemerlang bekerja sama dengan Haninni Total Trade Co.Ltd Korea; Korea RF Transit Co.Ltd Korea; dan PT Prisma Megautama yang berniat membiayai seluruh ruas jalan tol.
Sementara investor sisanya baru sebatas mengajukan niat untuk investasi kendati belum ditentukan ruas tol yang diminati. Mereka adalah Shapadu Corporation Sdn.Bhd Malaysia; Golden Island Development Co. Ltd.; Spread Eagle Trading Ltd. Zibo Pengxiang Plastics&Rubber Co. Ltd. Hongkong; Teras Teknologi Sdn.Bhd Malaysia; Heilongjiang Provincial Group Corp. For Road and Bridge Construction Ltd. China; Lintas Trans Kota Holdings Berhad Malaysia; Padma Group Padma Inakor Information Technology; Islamic Development Bank Malaysia; Ghuangzhou Foreign Economic Development Corp.; Union Alloy (PTE).Ltd Singapura; Manuputty Beheer.B.V.; Poscon Corporation Korea; China Harbor Engineering Co.(Group); dan Rich Source Engineering Ltd. Hongkong.
Rincian investor lainnya adalah Hongkong Land Infrastructure Ltd. Hongkong; Gladhover Pte. Ltd.; PT Girang Angkasa Semesta; Petronas Carigali RimsJoc. Ltd.; VI-TJOAN Technology PTE Ltd.; Zhe Jiang Machinery & Equipment I/E Co. Ltd.; Zhuhai International Trade & Exhibition Group Ltd. dan investor terakhir adalah Tianjin Municipal Engineering Bureau.
Sementara itu, Kepala Humas Jasa Marga, Zuhdi Saragih, di tempat terpisah membenarkan apa yang dikemukakan oleh Syarifuddin Alambai. Menurutnya, sejumlah investor yang berminat terhadap mega proyek Jakarta-Surabaya tersebut hingga kini belum menandatangani kontrak kerja sama dengan pihaknya. "Mereka baru mendatangi kami dan menyatakan minatnya," katanya.
Berdasarkan pengalaman, kata dia, sejumlah investor yang pernah menyatakan minat serupa urung melanjutkan niatnya untuk investasi pada perusahaannya. "Mereka menganggap biaya investasi ruas tol tiap kilometernya terlalu mahal, yakni sekitar Rp 30 miliar," tambah Saragih. Padahal, kata dia, sejumlah uang tersebut untuk membangun konstruksi ruas tol yang kuat dan tahan lama.
Danto - Tempo News Room
|