Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Ekonomi Bisnis

TelkomFlexi Perluas Jaringan Pada 2004
06 Januari 2004

TEMPO Interaktif, Jakarta:Pada tahun 2004, TelkomFlexi merencanakan akan membangun 1,22 juta satuan sambungan telepon (SST) dengan nilai investasi sebesar Rp 2,4 triliun. TelkomFlexi juga menargetkan pelanggan menjadi 1,5 juta. Hal itu disampaikan Direktur Bisnis Telkom Garuda Sugardo, Selasa (6/1).

Perluasan jaringan itu akan dilakukan di beberapa kota besar di Indonesia dan juga rencana penambahan kota yang dilayani sehingga jumlah yang dilayani sebanyak 61 kota. Di ke-61 kota itu akan dibangun sebanyak 100 ribu jaringan tiap bulannya.

Kota-kota tambahan yang akan dilayani Flexi di antaranya Pematang Siantar, Duri, Dumai, Padang, Jambi, Cirebon, Sukabumi, Tasikmalaya, Cianjur, Indramayu, Semarang, Jogjakarta, dan beberapa kota lainnya.

Pada 2003 ini TelkomFlexi telah berhasil menembus lebih dari 450 ribu pelanggan, melebihi jumlah yang mereka targetkan, 383 ribu pelanggan. Dengan investasi Rp 1,4 triliun, Flexi telah menyelesaikan pembangunan 735.600 SST.

Selain itu, menurut Garuda, pihaknya akan memberlakukan pola subsidi pada pemasaran Flexi, yaitu dengan menyarankan penurunan harga handset dari mitra Flexi. Untuk penggantiannya, Telkom akan memberikan biaya kompensasi sejumlah pengurangan harga dari handset itu. “Mitra kami akan mendapatkannya tiap bulan,” jelasnya.

Mengenai tarif TelkomFlexi, menurut Garuda, pihaknya belum mengetahui apakah akan ada kenaikan. “Tarif bisa naik,” katanya.

Saat ini TelkomFlexi meraup pendapatan Rp 200 ribu per bulan untuk setiap satuan sambungan telepon. Angka ini berasal dari wilayah Jabotabek. “Angka tepatnya Rp 202 ribu,” tegasnya.

Sedangkan untuk wilayah nasional, tercatat pendapatan sampai November 2003 ini sebesar Rp 181.600 per bulan, dengan pendaptan tertinggi berasal dari Batam, yaitu Rp 281 ribu per bulan, dan terendah di Malang, Rp 75 ribu per bulan.

Listi Fitria - Tempo News Room

Kirim Komentar   | Baca Komentar

 

 

dibuat oleh danendro : Radja
Berita Terkait

Telkom Targetkan Pendapatan Naik 20 Persen
Pengguna MMS Diprediksi Meningkat 50 Persen
Telkom Minta Penghapusan Subsidi Telepon Lokal
Tender Sistem Kliring Trafik Telekomunikasi Dibuka
Anggota Komite Regulasi Telekomunikasi Dilantik

 
Berita ekbis Lainnya

Pinjaman Tertunda Diperkirakan US$ 100 Juta
(Rabu, 28/04/2004 | 19:19 WIB)
Dirut BRI: Perbankan Komit Bantu Usaha Kecil
(Rabu, 28/04/2004 | 15:43 WIB)
Deptan: Perlu Dibentuk Dewan Ayam
(Rabu, 28/04/2004 | 15:28 WIB)
Ratusan Peternak Demo Kenaikan Harga Pakan
(Rabu, 28/04/2004 | 14:45 WIB)
Dana Bagi Pengusaha Mikro Sudah Cair
(Rabu, 28/04/2004 | 14:09 WIB)
Menko Ekuin : Dana Kemiskinan Mencapai Rp 18 Triliun
(Rabu, 28/04/2004 | 13:46 WIB)
PNM Salurkan Dana Pembiayaan UKM Rp 4 Triliun
(Rabu, 28/04/2004 | 10:39 WIB)
Pendapatan PT. Tempo Inti Media Naik
(Selasa, 27/04/2004 | 19:33 WIB)
Prudential Khawatirkan Nasib Nasabah
(Selasa, 27/04/2004 | 19:06 WIB)
Harga Minyak Mentah Diusulkan US$ 22-25
(Selasa, 27/04/2004 | 13:19 WIB)

Index Berita





 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data